Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Serangan Drone RSF Tewaskan 24 Warga Sipil yang Mengungsi di Sudan Tengah

Bayu Shaputra • Senin, 9 Februari 2026 | 16:40 WIB
Warga berdoa di depan sebuah rumah yang terkena serangan drone di El Obeid, negara bagian Kordofan Utara pada bulan Januari.
Warga berdoa di depan sebuah rumah yang terkena serangan drone di El Obeid, negara bagian Kordofan Utara pada bulan Januari.

RADARSITUBONDO.ID - Serangan drone kembali mengguncang Sudan. Sedikitnya 24 warga sipil tewas akibat serangan udara tak berawak yang diduga dilancarkan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di wilayah Sudan tengah, Sabtu (7/2/2026).

Dari jumlah korban, delapan di antaranya anak-anak, termasuk dua bayi, sebagaimana dilaporkan Sudan Doctors Network.

Peristiwa memilukan itu terjadi di akses selatan Kota Al-Rahad, Provinsi Kordofan Utara. Sebuah kendaraan yang mengangkut lebih dari 100 pengungsi dari wilayah Dubeiker menjadi sasaran serangan saat melintas. Koordinator Bantuan Kemanusiaan Al-Rahad, Mohamed Musaad Siddiq, menyatakan sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.

 Baca Juga: Napi Rutan Situbondo Diajak Karaoke Bareng, Ini Alasan Petugas Lakukan Program Hiburan di Balik Jeruji

Korban selamat segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan di Al-Rahad. Namun, layanan medis di kawasan Kordofan dilaporkan mengalami krisis serius pasokan obat-obatan, sehingga menyulitkan penanganan korban luka.

Sudan Doctors Network mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “pembantaian baru” oleh RSF. Mereka menilai penyerangan terhadap warga sipil tak bersenjata, terutama pengungsi yang melarikan diri dari konflik, sebagai kejahatan perang dan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

Kecaman serupa disampaikan Pemerintah Negara Bagian Kordofan Utara. Otoritas setempat menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius hukum internasional dan mendesak komunitas global serta lembaga PBB untuk menjatuhkan sanksi terhadap pimpinan RSF.

 Baca Juga: Trump Desak Perjanjian Nuklir Baru Setelah New START Berakhir

Serangan ini terjadi hanya sehari setelah insiden serupa menimpa konvoi bantuan World Food Programme (WFP) di provinsi yang sama. Serangan drone pada Jumat (6/2/2026) tersebut menewaskan satu orang dan melukai sejumlah lainnya.

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Sudan, Denise Brown, mengungkapkan konvoi WFP tengah mengirim bantuan pangan bagi pengungsi di Kota El-Obeid saat diserang.

Sejak konflik bersenjata antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan RSF pecah pada April 2023, Sudan terjerumus dalam krisis kemanusiaan berkepanjangan.

PBB mencatat lebih dari 40.000 korban jiwa, meski organisasi kemanusiaan meyakini angka sebenarnya jauh lebih besar. Selain itu, lebih dari 14 juta orang terpaksa mengungsi, menjadikan konflik ini sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini.

Hingga kini, RSF belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan serangan drone tersebut.

Editor : Ali Sodiqin
#Sudan #Drone RSF