RADARSITUBONDO.ID - Tim kuasa hukum yang mengurus aset warisan mendiang Jeffrey Epstein resmi melayangkan permintaan kepada Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat. Mereka mendesak agar seluruh dokumen yang berkaitan dengan dugaan keterlibatan Epstein dengan komunitas intelijen AS dibuka ke publik.
Mengutip laporan Washington Post yang terbit Senin (9/2/2026), permohonan tersebut diajukan melalui jalur Undang-Undang Kebebasan Informasi (Freedom of Information Act/FOIA).
Para pengacara meminta transparansi atas arsip yang berpotensi mengungkap adanya hubungan operasional, afiliasi, maupun bentuk kerja sama intelijen antara Epstein dan lembaga negara.
Baca Juga: Air Canada Hentikan Total Penerbangan ke Kuba Akibat Krisis Bahan Bakar
Langkah hukum ini kembali memanaskan spekulasi lama terkait dugaan peran Epstein di lingkaran intelijen. Upaya serupa sejatinya pernah dilakukan pada 1999 dan 2011.
Namun kala itu CIA menyatakan tidak menemukan bukti afiliasi resmi. Baik CIA maupun NSA juga konsisten menolak mengonfirmasi atau membantah keberadaan dokumen rahasia dengan alasan perlindungan keamanan nasional.
Sorotan publik semakin tajam setelah sejumlah dokumen terbaru mengungkap adanya interaksi antara Epstein dan Direktur CIA saat ini, William Burns. Pada 2014, ketika Burns masih menjabat Wakil Menteri Luar Negeri AS, beberapa pertemuan tercatat berlangsung di Washington dan New York.
Pihak Burns menyatakan bahwa pertemuan tersebut sangat disesali dan seluruh komunikasi dihentikan setelah Epstein diketahui memiliki catatan pidana.
Baca Juga: Kurzawa dan Castel Masuk Daftar Skuad Persib untuk Leg Pertama 16 Besar AFC Champions League Two
Melalui permohonan FOIA terbaru ini, tim kuasa hukum menargetkan pengungkapan dokumen apa pun yang menunjukkan apakah CIA dan NSA pernah mengumpulkan atau menyimpan informasi tentang Epstein, baik yang bersifat terbuka maupun rahasia.
Publik kini menanti sikap kedua lembaga tersebut, mengingat kasus Epstein terus menjadi simbol skandal global dengan jejaring tokoh berpengaruh lintas negara.
Editor : Ali Sodiqin