RADARSITUBONDO.ID - Seniman mural kenamaan asal Lithuania, Ernest Zacharevic, resmi mengajukan gugatan terhadap maskapai AirAsia dan induk perusahaannya, Capital A, ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.
Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran hak cipta atas karya legendarisnya bertajuk Children on a Bicycle.
Persoalan ini mencuat pada Oktober 2024. Saat itu, Zacharevic mengetahui mural karyanya terpampang di badan salah satu pesawat AirAsia. Informasi tersebut pertama kali ia peroleh dari unggahan Instagram Story milik rekannya.
Untuk memastikan kabar tersebut, ia mendatangi Bandara Internasional Penang dan mendokumentasikan keberadaan gambar tersebut sebelum membagikannya ke media sosial.
Baca Juga: Kenapa iPhone 17E Layak Ditunggu? Ini Fitur Terbarunya
Mural Children on a Bicycle merupakan salah satu karya seni jalanan paling populer di George Town, Penang. Karya tersebut dibuat pada 2012 dalam rangka George Town Festival.
Selain mural itu, Zacharevic juga menciptakan karya ikonik lain seperti Boy on Motorcycle dan Boy on Chair. Sejak diluncurkan, mural tersebut menjelma menjadi ikon wisata dan titik swafoto favorit wisatawan.
Berdasarkan dokumen pengadilan, ini bukan kali pertama AirAsia diduga memanfaatkan karya Zacharevic tanpa izin. Pada 2016, maskapai tersebut disebut menggunakan karyanya untuk promosi rute Penang–Yangon tanpa persetujuan sang seniman.
Kemudian pada 2021, unit bisnis pengiriman makanan AirAsia dilaporkan mengedit gambar mural dengan menambahkan ilustrasi tas pengantar makanan serta logo perusahaan pada bagian sepeda dalam karya tersebut.
Baca Juga: Perbandingan iPhone 17E vs iPhone 16E, Apa Bedanya?
Padahal, kedua belah pihak sempat menjalin komunikasi pada 2017 terkait rencana kolaborasi seni untuk pesawat dan kantor perusahaan. Zacharevic menyebutkan bahwa dalam pembahasan itu, AirAsia telah memahami tarif serta ketentuan lisensi atas karya-karyanya.
Melalui gugatan ini, Zacharevic meminta pengadilan memutuskan adanya dugaan pelanggaran hak cipta, termasuk pelanggaran hak moral dan dampaknya terhadap kepentingan bisnisnya.
Sebelumnya, ia mengaku berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara langsung dengan pihak maskapai. Namun, upaya komunikasi yang dilakukan disebut tidak membuahkan hasil.
Editor : Ali Sodiqin