Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Trump Siap Jadi Presiden AS Pertama Kunjungi Venezuela Sejak 1997

Bayu Shaputra • Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:00 WIB
Presiden Donald Trump.
Presiden Donald Trump.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan niatnya untuk melakukan kunjungan ke Venezuela dalam waktu dekat.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (13/2/2026), sesaat sebelum bertolak menuju Pangkalan Militer Fort Bragg, Carolina Utara.

“Saya akan melakukan kunjungan ke Venezuela,” ujar Trump tegas. Namun, ia belum memastikan kapan lawatan itu akan berlangsung. “Kami belum memutuskan tanggalnya,” lanjutnya kepada awak media.

Jika terlaksana, Trump akan menjadi pemimpin AS pertama yang berkunjung ke Venezuela sejak era Presiden Bill Clinton pada 1997, menandai perubahan dramatis dalam hubungan kedua negara yang sempat memburuk.

 Baca Juga: Bahar bin Smith Tak Ditahan, Banser Tanggerang Ancam Turun ke Jalan

Kabar ini muncul beberapa pekan setelah operasi militer AS yang berhasil menangkap mantan Presiden Nicolás Maduro pada 3 Januari 2026, tindakan yang memicu kritik tajam dari komunitas internasional karena dinilai melanggar kedaulatan Venezuela.

Trump mengklaim hubungan Washington dengan pemerintahan sementara yang dipimpin Delcy Rodriguez berjalan “sangat baik,” terutama dalam bidang energi. Pernyataan positif ini menguat setelah kunjungan Menteri Energi AS Chris Wright ke Caracas pada 11 Februari, yang menjadi kunjungan pejabat kabinet AS pertama dalam beberapa tahun terakhir.

 Baca Juga: BNP Klaim Kemenangan Telak dalam Pemilu Bersejarah Bangladesh Pasca-Hasina

Selain itu, Departemen Keuangan AS telah melonggarkan sejumlah sanksi di sektor energi, membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan seperti Chevron, Shell, BP, dan Repsol untuk kembali beroperasi di Venezuela. Trump menargetkan investasi asing sebesar 100 miliar dolar AS untuk membangun kembali industri energi negara tersebut.

Namun, rencana kunjungan Trump ini mendapat kritik dari sejumlah pakar hukum internasional dan aktivis, yang menilai pendirian AS selama operasi penangkapan Maduro sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Venezuela. Mereka juga menyoroti pertanyaan serius mengenai legitimasi pemerintahan sementara di Caracas.

Editor : Ali Sodiqin
#Venezuela #Donald Trump