RADARSITUBONDO.ID - Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 registrasi PK-GIF yang membawa Presiden RI Prabowo Subianto mendarat dengan mulus di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Selasa (17/2) pukul 11.55 waktu setempat.
Kedatangan kepala negara menandai dimulainya rangkaian kunjungan kerja strategis ke Amerika Serikat.
Setibanya di landasan, Presiden Prabowo yang mengenakan kopiah hitam langsung disambut sejumlah pejabat penting.
Hadir menyambut antara lain Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan RI di Washington Marsekal Pertama TNI Edwardus Wisoko Aribowo, serta Komandan Grup Pemeliharaan Pesawat VVIP Angkatan Udara AS Kolonel Gary Charland.
Baca Juga: Bukan Sekadar Buah, Ini 7 Makna Jeruk Mandarin Saat Imlek
Setelah bersalaman, Presiden menuju kendaraan kepresidenan dengan pengawalan ketat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bersama aparat Secret Service Amerika Serikat.
Dalam penerbangan lintas Pasifik tersebut, Presiden didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Rombongan terbatas kemudian bertolak menuju hotel di pusat Kota Washington DC untuk bermalam.
Kedatangan Presiden di hotel disambut hangat. Sebuah buket bunga diserahkan oleh seorang anak perempuan yang mengenakan busana tradisional Indonesia, menambah suasana akrab dalam kunjungan kenegaraan tersebut.
Kunjungan kali ini memuat tiga agenda utama. Pada Rabu (18/2), Presiden dijadwalkan bertemu sejumlah pengusaha Amerika Serikat guna membahas peluang kerja sama investasi dan perdagangan.
Selanjutnya pada Kamis (19/2), Presiden akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi perdana Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin Donald Trump Jr. sebagai inisiator forum tersebut. Indonesia resmi bergabung sebagai anggota Board of Peace setelah penandatanganan piagam di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026 lalu.
Agenda puncak kunjungan adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan tersebut akan membahas penguatan hubungan strategis kedua negara sekaligus penandatanganan perjanjian perdagangan resiprokal yang proses negosiasinya telah berlangsung sejak tahun lalu.
Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat disebut akan menurunkan tarif impor produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Bahkan, tarif untuk sejumlah komoditas unggulan seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao akan dihapuskan.
Sebagai bagian dari komitmen timbal balik, Indonesia akan membeli energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS, produk pertanian sebesar 4,5 miliar dolar AS, serta 50 unit pesawat produksi Boeing.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan, kunjungan ini merupakan langkah aktif diplomasi langsung Presiden untuk memperkuat rantai ekonomi nasional dan meningkatkan produktivitas industri dalam negeri.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya konkret memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia,” tegas Teddy.
Editor : Ali Sodiqin