RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan 12 CEO perusahaan global di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda kunjungan kerja kepala negara dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di panggung internasional.
Salah satu tokoh yang hadir adalah Todd L. Boehly, CEO Eldridge Industries sekaligus pemilik mayoritas klub Liga Inggris Chelsea dan klub basket NBA Los Angeles Lakers.
Baca Juga: Barang Hilang dan Luka Batin, Alasan Nenek Elina Menolak Restorative Justice
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan investasi strategis antara Indonesia dan para investor global.
Para CEO yang hadir diketahui telah menjalin kolaborasi dengan Danantara Indonesia, entitas pengelola aset besar BUMN.
Kabar menggembirakan datang dari pertemuan tersebut. Juru Bicara Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Todd Boehly menyatakan komitmennya untuk membawa Chelsea dan Lakers ke Indonesia. Rencana itu mencakup kerja sama serta penyelenggaraan pertandingan di Tanah Air.
“Ini tentu menjadi kabar baik bagi pecinta sepak bola dan basket di Indonesia,” ujar Rosan.
Tak hanya Boehly, pertemuan itu juga dihadiri CEO Oaktree Capital Management, Armen Panossian, yang dikenal sebagai pemilik klub Italia Inter Milan. Selain itu, hadir pula investor besar di perusahaan kecerdasan buatan OpenAI.
Baca Juga: Persija Tekuk PSM 2-1, Macan Kemayoran Tempel Ketat Persib di Puncak
Kehadiran para pelaku bisnis kelas dunia tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap prospek dan stabilitas iklim investasi Indonesia.
Teddy menegaskan, Presiden Prabowo membuka peluang seluas-luasnya bagi investasi yang mampu menciptakan rantai ekonomi baru dan lapangan kerja di dalam negeri.
Pertemuan ini melengkapi agenda diplomasi ekonomi Prabowo selama di AS, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Rencana kedatangan Chelsea ke Indonesia berpotensi menjadi momentum bersejarah bagi sepak bola nasional. Selain laga persahabatan, peluang kerja sama dapat merambah pengembangan akademi, pertukaran pelatih, hingga transfer teknologi olahraga.
Jika terealisasi, langkah ini diyakini mampu mendongkrak kualitas dan daya saing sepak bola Indonesia di level internasional.
Editor : Ali Sodiqin