RADARSITUBONDO.ID - Empat bandara internasional di Moskow, Rusia, ditutup sementara pada Minggu (22/2/2026) setelah adanya serangan drone yang mengarah ke ibu kota. Otoritas penerbangan sipil Rusia, Rosaviatsia, memberlakukan pembatasan lalu lintas udara demi alasan keamanan.
Penutupan sementara tersebut terjadi di Bandara Sheremetyevo, Domodedovo, Vnukovo, dan Zhukovsky. Langkah ini diambil setelah sistem pertahanan udara Rusia mendeteksi sejumlah drone yang mendekati wilayah Moskow.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan bahwa sebanyak 11 drone berhasil ditembak jatuh dalam kurun waktu sekitar satu jam. Ia memastikan tim darurat langsung dikerahkan ke sejumlah titik lokasi jatuhnya puing drone.
Baca Juga: Parma Bikin Kejutan di San Siro, Sundulan Troilo Tumbangkan AC Milan
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pihaknya menghancurkan total 86 drone Ukraina dalam operasi semalam di sembilan wilayah berbeda.
Wilayah Belgorod menjadi daerah dengan jumlah drone terbanyak yang ditembak jatuh, yakni 29 unit. Disusul wilayah Saratov dengan 14 drone.
Di Belgorod, satu drone dilaporkan menghantam sebuah mobil di dekat desa Krasivo, mengakibatkan seorang pria dan seorang anak perempuan berusia tiga tahun terluka. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Baca Juga: Olahraga Malam Setelah Ibadah Terawih, Amankah untuk Kesehatan?
Pembatasan penerbangan di empat bandara Moskow dicabut secara bertahap setelah otoritas memastikan situasi ruang udara kembali aman. Meski demikian, beberapa bandara sempat kembali memberlakukan pembatasan singkat sebelum akhirnya operasional dinyatakan normal.
Ukraina diketahui secara rutin menggunakan drone jarak jauh untuk menargetkan fasilitas militer dan industri strategis Rusia, termasuk kilang minyak, pabrik persenjataan, serta depot amunisi.
Pejabat Ukraina sebelumnya menyebut gangguan terhadap penerbangan sipil menjadi salah satu strategi untuk membawa dampak konflik langsung ke wilayah Rusia, meski Moskow memiliki sistem pertahanan udara berlapis.
Insiden ini terjadi menjelang peringatan empat tahun konflik Rusia–Ukraina yang dimulai pada Februari 2022 dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Editor : Ali Sodiqin