Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

IRGC Lakukan Latihan Perang di Teluk Persia, Respons Terhadap Tekanan AS

Bayu Shaputra • Rabu, 25 Februari 2026 | 16:40 WIB

Anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

RADARSITUBONDO.ID - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar latihan militer gabungan berskala besar di kawasan pantai selatan Iran, tepatnya di wilayah Teluk Persia.

Manuver yang dimulai Selasa (24/2) waktu setempat itu berlangsung di tengah meningkatnya tensi antara Teheran dan Amerika Serikat.

Media pemerintah Iran melaporkan, latihan bertajuk “Latihan Gabungan 1404 Pasukan Darat IRGC” resmi dibuka sebagai bagian dari agenda militer tahunan berdasarkan kalender nasional Iran.

Selain terpusat di pesisir selatan, latihan juga dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah lain, menandakan mobilisasi kekuatan dalam skala luas.

 Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, Dua Pohon Tumbang Timpa Rumah Nenek 81 Tahun di Kendit

Dalam latihan tersebut, IRGC memamerkan berbagai alutsista modern. Sejumlah drone tempur, kapal perang, kendaraan amfibi, rudal darat-ke-laut, roket jarak jauh hingga sistem artileri berat dikerahkan untuk mensimulasikan skenario pertempuran riil. Koordinasi lintas satuan pun diuji, mulai dari unit rudal, artileri, drone, pasukan khusus, hingga kendaraan lapis baja.

Komandan IRGC, Mohammad Pakpour, memimpin langsung jalannya latihan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kesiapan tempur dan kemampuan respons cepat di tengah dinamika keamanan kawasan.

 Baca Juga: Harga Emas 25 Februari 2026: Perhiasan Variatif, Antam Stagnan, Galeri 24 dan UBS Kompak Naik

Sebelumnya, angkatan laut Iran juga mengadakan latihan di sekitar Teluk dan Selat Hormuz. Jalur ini dikenal strategis karena menjadi lintasan sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Rangkaian manuver militer tersebut berlangsung menjelang rencana perundingan lanjutan antara Teheran dan Washington di Jenewa. Meski proses diplomasi kembali dibuka, para petinggi IRGC menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan atau ancaman apa pun.

Mereka juga memastikan pengawasan intelijen dilakukan penuh selama 24 jam di Selat Hormuz guna menjaga stabilitas dan keamanan pelayaran internasional.

Editor : Ali Sodiqin
#iran #IRGC #Latihan perang