Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Hanya Kapal Musuh yang Dilarang Melintas

Bayu Shaputra • Minggu, 15 Maret 2026 | 16:39 WIB

Selat Hormuz.
Selat Hormuz.

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali setelah meningkat Iran menegaskan kebijakan terbaru terkait lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Pemerintah Teheran memastikan jalur strategi tersebut tetap terbuka selama pelayaran internasional, meskipun konflik militer dengan Amerika Serikat dan Israel tengah memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Sabtu (14/3) menegaskan bahwa Iran tidak menutup akses Selat Hormuz secara keseluruhan. Namun, implikasinya hanya diberlakukan terhadap kapal tanker dan kapal yang berasal dari negara-negara yang dianggap sebagai musuh Iran.

Baca Juga: Jadwal Semifinal Swiss Open 2026: Putri KW, Ginting, Alwi Farhan dan Amri/Nita Siap Tempur

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan media penyiaran internasional. Ia menekankan bahwa kapal-kapal dari negara yang tidak terlibat dalam konflik dengan Iran masih bebas di seluruh wilayah strategis tersebut.

Menurut Araghchi, Selat Hormuz tetap beroperasi normal bagi komunitas internasional. Iran hanya akan menolak akses ke kapal-kapal milik Amerika Serikat, Israel, serta sekutu yang dianggap terlibat dalam serangan terhadap wilayah Iran.

Ia juga menegaskan bahwa kekhawatiran sejumlah negara mengenai keamanan pelayaran di kawasan tersebut tidak ada hubungannya langsung dengan kebijakan Iran. Pemerintah Teheran, kata dia, tidak memiliki kepentingan untuk menghambat perdagangan global.

Baca Juga: Ginting Bangkit! Lolos Semifinal Swiss Open 2026 Usai Menang Dramatis Lawan Mannepalli

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Perairan sempit yang berada di antara Iran dan Oman itu menjadi pintu keluar utama bagi ekspor energi dari kawasan Teluk Persia menuju pasar internasional.

Setiap hari, jutaan barel minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara produsen seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar melewati jalur tersebut sebelum menuju Asia, Eropa, maupun Amerika. Diperkirakan sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dunia bergantung pada stabilitas jalur pelayaran ini.

Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut sempat mengalami gangguan signifikan. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Baca Juga: Ole Romeny Tegaskan “Berita Palsu” Soal Cedera, Tetap Perkuat Timnas Indonesia

Serangan tersebut memicu kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban sipil di sejumlah wilayah Iran. Sebagai balasannya, Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.

Serangkaian aksi militer tersebut meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi gangguan distribusi energi global. Pasar minyak dunia pun sempat bereaksi dengan kenaikan harga akibat peluncuran jalur energi utama tersebut.

Meski demikian, Iran menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud mengganggu kepentingan perdagangan internasional secara luas. Kebijakan penerapan yang diberlakukan, menurut pemerintah Teheran, hanya bersifat penempatan terhadap negara yang terlibat langsung dalam konflik.

Selat Hormuz sendiri selama puluhan tahun menjadi titik sensitif dalam geopolitik energi dunia. Setiap ketegangan militer di kawasan Teluk Persia hampir selalu menimbulkan kekhawatiran terhadap kemungkinan penutupan jalur pelayaran tersebut.

Baca Juga: Update Kondisi Muhammad Riyandi, Kiper Persis Solo yang Alami Insiden Horor

Bagi pasar global, stabilitas Selat Hormuz sangat krusial. Jika jalur tersebut benar-benar tertutup, dampaknya dapat memicu terganggunya harga minyak dunia serta mengganggu pasokan energi di berbagai negara.

Sejumlah analis energi internasional menilai bahwa situasi saat ini masih berada pada tahap eskalasi terbatas. Meskipun ketegangan meningkat, jalur pelayaran utama masih dapat beroperasi dengan pengawasan ketat dari berbagai pihak di kawasan.

Baca Juga: YouTuber Jake Paul Dapat Mendukung Trump untuk Politik

Pernyataan Iran mengenai tetap terbukanya Selat Hormuz pun menjadi sinyal penting bagi pasar energi global. Pemerintah Teheran tampaknya berupaya menjaga keseimbangan antara respons militer terhadap musuhnya dan stabilitas perdagangan internasional.

Namun demikian, situasi di kawasan Timur Tengah masih terus berkembang. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel diperkirakan masih akan mempengaruhi stabilitas keamanan regional dalam waktu dekat.

Selama konflik tersebut belum mereda, Selat Hormuz akan tetap menjadi salah satu titik perhatian utama dunia, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk Persia.

Editor : Agung Sedana
#iran #Selat Hormuz #Abbas Araghchi