Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jalan Padukuhan Kerpang Longsor, Dua Batu Raksasa Bikin Evakuasi Warga Berlangsung 4 Hari

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 19 Januari 2026 | 20:21 WIB
BENCANA ALAM: Sejumlah warga kerja bakti menyingkirkan batu besar di Badan Jalan Padukuhan Kerpang dan Pocok, Dusun Cobbuk, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Senin (19/1).
BENCANA ALAM: Sejumlah warga kerja bakti menyingkirkan batu besar di Badan Jalan Padukuhan Kerpang dan Pocok, Dusun Cobbuk, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Senin (19/1).

RADARSITUBONDO.ID - Jalan Padukuhan Kerpang dan Pocok, Dusun Cobbuk, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, tertutup longsor, Selasa lalu (13/1). Proses evakuasi berlangsung empat hari berturut-turut. Sebab dua batu raksasa sulit dievakuasi menggunakan manual.

Warga padukuhan kerpang mengaku kesulitan untuk melintas di jalan yang baru dibuka akibat jalan tertutup total. Mereka gotong royong kesulitan untuk menjatuhkan dua batu besar ke dalam jurang.

“Jalannya ketutupan tanah dan dua batu besar. Usaha warga untuk menjatuhkan dua batu besar butu waktu empat hari berturut-turut. Sekarang (kemarin) baru selesai,” ujar salah satu warga yang enggan namanya dikorankan, Senin (19/1).

Dikatakan, proses evakuasi dilakukan sejak hari Jumat (16/1). Bahkan selama proses evakuasi hamper memakan korban jiwa. Sebab, tali yang dibuat menderek batu besar putus akibat tidak kuat menahn beban.

“Batu besar baru bisa dibuang ke jurang setelah menggunakan tali besi. Rencana mau didatangkan alat berat, tapi harus menunggu satu bulan. Karena warga ingin cepat memiliki akses akhirnya gotong royong,” ujarnya.

Dikatakan, khusus beberapa orang sengaja diberi ongkos agar lebih fokus bekerja. Mengingat warga harus bekerja seharian, dari pangi hingga malam. Tak heran jika satu orangt pekerja diberi ongkos Rp 100 ribu sehari.

“Jalan baru dibuka kan masih tanggung jawab kontraktornya. Mungkin kontraktornya yang ngasi bayaran pada warga yang bekerja,” tutupnya.

Koordintor Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono mengaku tidak menerima laporan adanya longsor di wilayah terpencil. “Kalau longsor di padukuhan kerpang belum kami terima, tidak ada laporan pada kami,” pungkas Puriyono. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#batu #longsor