RADARSITUBONDO.ID – Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, longsor menimpa rumah warga, Kamis (5/2) malam. Akibat kejadian tersebut, satu rumah terdampak dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 120 juta.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, peristiwa terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Material longsor berupa tanah dan batu menimpa rumah milik Murtade (40), warga Kampung Krajan RT 006 RW 002 Desa Baderan. Saat kejadian, hujan masih turun dengan intensitas sedang.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Puriono, petugas Pusdalops BPBD Situbondo, Jumat (6/2).
Puriono menambahkan, berdasarkan keterangan warga, hujan mengguyur wilayah Desa Baderan dan sekitarnya sejak pukul 16.30 WIB hingga 19.00 WIB. Kondisi tanah yang gembur diduga menjadi penyebab utama longsornya TPT atau bahu jalan di lokasi tersebut.
“Material longsor menimpa tembok rumah hingga jebol dan sebagian material masuk ke dalam rumah,” imbuhnya.
Saat kejadian, pemilik rumah berada di ruang tamu. Ia sempat mendengar suara gemuruh sebelum melihat material longsor masuk ke dalam rumah. Rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total lima jiwa. Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Puriono menjelaskan, rumah permanen milik korban mengalami kerusakan kategori sedang dengan tembok kamar jebol. Taksiran kerugian akibat kerusakan rumah mencapai sekitar Rp 25 juta.
Sementara itu, TPT mengalami kerusakan berat dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi 3 meter. Selain itu, juga menyebabkan separuh badan jalan mengalami retak. Kerugian akibat kerusakan TPT ditaksir mencapai Rp 120 juta.
“Mendapat laporan dari warga, BPBD Situbondo langsung menerjunkan tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian pada pukul 20.30 WIB. Petugas melakukan peninjauan lokasi dan asesmen cepat bersama relawan,” jelasnya.
Saat ini, BPBD juga memasang terpal di sisi rumah korban untuk menutup material longsor serta memasang tanda peringatan bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati.
“Tanda peringatan sementara dipasang agar pengendara atau masyarakat yang melintas mengetahui bahwa lokasi tersebut rawan longsor,” beber Puriono.
Dia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap kondisi cuaca yang diperkirakan masih akan sering turun hujan hingga bulan Maret. “Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono