RADARSITUBONDO.ID – Sebanyak delapan rumah warga di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, rusak akibat diterjang angin puting beliung, Sabtu (7/2) petang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB setelah hujan mengguyur wilayah setempat.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Situbondo, angin kencang melanda Dusun Bunut RT 001 dan RT 002 RW 003 serta Dusun Jatian RT 001 RW 004. Setelah hujan turun, angin berhembus sangat kencang secara tiba-tiba dan menerjang sejumlah rumah warga.
“Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menyebabkan sejumlah genteng dan atap asbes rumah warga berjatuhan,” kata Puriono, petugas Pusdalops PB BPBD Situbondo, Minggu (8/2).
Puriono memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Warga terdampak juga tidak sampai mengungsi karena masih terdapat sisa penutup atap yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat berteduh sementara.
“Kerusakan rumah masuk kategori rusak ringan, mayoritas pada bagian genteng dan atap rumah warga,” imbuhnya.
Di Dusun Bunut, enam rumah warga terdampak, masing-masing milik Hariyono (46) sebanyak 2 KK 7 jiwa, Wahyudi (33) 1 KK 4 jiwa, Buadi (50) 2 KK 6 jiwa, Sutomo (60) 4 KK 9 jiwa, Buanto (55) 2 KK 5 jiwa, serta Parman (49) 1 KK 3 jiwa.
Sementara di Dusun Jatian, dua rumah warga milik Nigar (60) dengan 2 KK 6 jiwa dan Seniman (60) 2 KK 5 jiwa juga mengalami kerusakan serupa. “Total kerugian materiil diperkirakan mencapai jutaan rupiah, dengan taksiran kerugian per rumah berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu,” jelasnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas Pusdalops bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Situbondo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan kaji cepat guna memastikan dampak serta kebutuhan pascabencana. BPBD juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan, relawan, serta instansi terkait untuk membantu penanganan warga terdampak.
Saat ini, BPBD Situbondo tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa pengkajian kebutuhan pascabencana (jitupasna) serta rencana penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Data kejadian masih bersifat sementara dan akan diperbarui apabila terdapat perkembangan lebih lanjut di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, BPBD Situbondo mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi.
“Dalam beberapa hari terakhir telah terjadi sejumlah bencana di Situbondo, mulai dari longsor, banjir, hingga angin puting beliung. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati,” pungkas Puriono. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono