RADARSITUBONDO.ID - Muhammad Nur Huda, 18, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kapongan, harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit dr Soebandi, Jember, Senin (9/2). Itu setelah korban dikeroyok oleh RZ, 18, dan dua temannya di Jalan Cappore, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Jumat lalu (6/2).
Miskari Harjo, bapak Nurul Huda, mengaku baru mengetahui putranya babak belur dihajar oleh RZ dan teman-temannya setelah Nurul diantarkan pulang ke rumah oleh teman-temannya.
“Habis dipukuli anak saya tidak langsung pulang, masih di bermalam di rumah temannya, di Panarukan. Keesokan harinya diantarkan pulang dengan kondisi dua mata lebam,” ujar Miskari.
Begitu Nurul tiba di rumah, langsung dilarikan ke Puskesmas Kapongan untuk mendapat penanganan tim medis. Selanjutnya dirujuk ke rumah sakit Elizabeth dan RSUD Situbondo. Namun keduanya sama-sama tidak mapu menangani.
“Saat dibawa ke Elizabth alatnya kurang memadai, di RSUD iya juga. Terus anak saya harus dirujuk ke rumah sakit dr Soebandi Jember. Hasil pemeriksaan di jember anak saya diduga mengalami darah beku di bagian kepala belakang hingga anak saya koma. Ini sudah dua hari anak saya tak kunjung sadar,” tegas Miskari.
Dia mengaku, perbuatan pelaku sudah di luar batas. Harapannya pelaku bisa ditangkap dan mendapat sanksi hukum sesuai undang-undang yang beraku di Indonesia. Sebab kasus yang menimpa Nurul sudah dilaporkan ke Mapolres Situbondo.
“Pelaku sudah kami laporkan ke Mapolres Situbondo, semoga pelaku segera ditangkap. Saya juga sangat berharap agar putra saya bisa melalui operasi kepala dan kembali sehat seperti sedia kala,” tutup Miskari. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono