Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mengenal Arti Hari Raya Ketupat dan Filosofinya Menurut Budaya Jawa

Muhammad Khoirul Rizal • Selasa, 16 April 2024 | 21:30 WIB
Ketupat, olahan khas masyarakat Indonesia. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)
Ketupat, olahan khas masyarakat Indonesia. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)

RadarSitubondo.id - Tahukah kalian di beberapa wilayah Indonesia ada istilah hari raya ketupat.

Hari raya ketupat merupakan hari raya setelah lebaran idul fitri.

Hari raya ini yakni merayakan hari raya kedua tepatnya di tanggal 7 syawal.

Dikutip dari Jawa Pos, sejarah Lebaran Ketupat berawal dari Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkannya kepada masyarakat di Tanah Jawa dan kemudian menyebar ke sejumlah daerah.

Menurut, sejarawan Agus Sunyoto Lebaran Ketupat merupakan tradisi khas Indonesia yang diambil dari sebuah hadist Nabi tentang keutamaan melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal.

Hari raya ketupat ini diharapkan dapat mendorong sekaligus memotivasi masyarakat untuk membiasakan diri melaksanakan ibadah puasa sunah di bulan Syawal.

Orang yang melaksanakan puasa satu bulan dan kemudian dilengkapi dengan 6 hari berpuasa di bulan Syawal, maka dapat disebut kaffah atau kafatan yang berarti sempurna.

Jadi dapat diartikan, orang Indonesia menyebutnya kupat (ketupat) atau kupatan.

Itulah mengapa orang Indonesia setelah berpuasa Syawal, ada hari raya ketupat yang artinya hari raya sempurna.

Pada prinsipnya filosofi lebaran ketupat yakni untuk merayakan mereka yang melanjutkan puasa enam hari di bulan syawal. (*)

Editor : Bayu Saksono
#kuliner #idul fitri #ketupat #lebaran #khas #indonesia