RADARSITUBONDO.ID - Malam Nisfu Syaban, yang menandai pertengahan bulan Syaban dalam kalender Hijriah, diperingati pada malam 15 Syaban yang jatuh pada Senin (2/2/2026).
Sejumlah umat Islam memanfaatkan malam tersebut untuk meningkatkan ibadah, meskipun di kalangan ulama terdapat perbedaan pandangan terkait keutamaan khusus yang menyertainya.
Baca Juga: Niat Santai Minum Es Degan, Uang Rp130 Juta Warga Banyuputih Dicuri Maling
Ibadah yang secara umum disepakati dapat dilakukan pada malam Nisfu Syaban adalah salat malam atau tahajud. Salat sunnah ini dikerjakan selepas Isya hingga menjelang Subuh dengan jumlah rakaat paling sedikit dua rakaat, sebagaimana anjuran ibadah malam dalam Islam.
Selain itu, membaca Al-Quran juga menjadi amalan yang dapat mengisi malam tersebut. Tidak ada ketentuan khusus mengenai surat atau ayat yang harus dibaca, sehingga umat Islam dapat membaca Al-Quran sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak doa dan istighfar. Memohon ampunan atas kesalahan yang telah diperbuat serta berdoa untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada malam Nisfu Syaban.
Dzikir dengan melafalkan tasbih, tahmid, takbir, serta bacaan dzikir lainnya juga dapat dilakukan untuk menghidupkan malam ini. Aktivitas tersebut bisa dikerjakan secara pribadi maupun bersama keluarga di rumah.
Baca Juga: Pantai Pasir Putih Dipenuhi Sampah Usai Banjir, Pelaku Wisata dan UMKM Bergerak
Namun demikian, para ulama menegaskan tidak terdapat dalil shahih yang menjelaskan tata cara ibadah khusus pada malam Nisfu Syaban.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan ibadah-ibadah yang bersifat umum dan telah memiliki dasar syariat yang jelas, tanpa menambah ritual tertentu.
Yang tidak kalah penting, ibadah yang dilakukan hendaknya dilandasi niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT.
Momen Nisfu Syaban juga dapat dijadikan sarana introspeksi diri guna memperbaiki kualitas ibadah, terutama menjelang datangnya bulan Ramadan.
Editor : Ali Sodiqin