RADARSITUBONDO.ID - Rapper asal Compton, Kendrick Lamar, kembali menegaskan dominasinya di industri musik global dengan memborong lima piala Grammy Awards pada gelaran Grammy ke-68 yang berlangsung di Los Angeles, Minggu (1/2/2026).
Malam kemenangan Lamar dibuka dengan raihan prestisius Record of the Year lewat lagu Luther, kolaborasinya bersama SZA. Momen tersebut sempat diwarnai kejadian tak terduga ketika Cher, yang didapuk sebagai presenter, keliru menyebut nama mendiang Luther Vandross saat membaca kartu pemenang. Kesalahan itu justru memicu suasana haru, mengingat Vandross merupakan sosok yang menjadi inspirasi utama lagu tersebut.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan di Bareskrim Gara-Gara Candaan 2013
Dalam pidato kemenangannya, Lamar menjelaskan bahwa Luther diciptakan sebagai bentuk penghormatan kepada Luther Vandross, musisi yang ia kagumi sejak lama. Ia mengungkapkan proses emosional di balik produksi lagu tersebut, termasuk saat timnya hampir menitikkan air mata setelah mendapat restu dari keluarga Vandross, dengan satu syarat utama: lagu tersebut harus bebas dari kata-kata kasar.
Kesuksesan Lamar tak berhenti di satu kategori. Ia juga membawa pulang penghargaan Best Rap Album dan Best Rap Song of the Year, serta kembali menang di kategori Best Rap Song melalui lagu tv off yang menampilkan Lefty Gunplay. Album terbarunya bertajuk GNX, yang digarap bersama Jack Antonoff dan Sounwave, disebut sebagai cerminan perkembangan musikal rapper berusia 38 tahun itu.
Baca Juga: Anggaran Pascabencana Banjir Bandang Situbondo Masih Abu-abu, Sekda Tak Berani Sebut Angka
Tambahan lima trofi Grammy tersebut membuat total koleksi penghargaan Lamar kini mencapai 27 Grammy dari lebih dari 55 nominasi sepanjang kariernya. Capaian ini semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dan disegani dalam peta musik rap dunia.
Adapun lagu Luther, yang pertama kali dipentaskan di ajang Super Bowl LIX dan kemudian menjadi sajian utama dalam tur bersama SZA, kini resmi tercatat sebagai salah satu karya paling menonjol tahun ini.
Editor : Ali Sodiqin