Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bukan Sekadar Buah, Ini 7 Makna Jeruk Mandarin Saat Imlek

Bayu Shaputra • Selasa, 17 Februari 2026 | 23:00 WIB
Jeruk Mandarin.
Jeruk Mandarin.

RADARSITUBONDO.ID - Jeruk mandarin bukan hanya sekadar suguhan yang menghiasi meja saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Buah berwarna oranye cerah ini memiliki makna simbolis yang kuat dan telah mengakar dalam budaya masyarakat Tionghoa sejak ratusan tahun lalu. Tak heran, kehadirannya hampir tak pernah absen setiap kali perayaan Imlek digelar.

Dalam tradisi Tionghoa, jeruk mandarin dipercaya membawa berbagai harapan baik untuk menyambut tahun yang baru. Mulai dari simbol rezeki, kemakmuran, hingga keharmonisan keluarga, semuanya tercermin dari buah mungil tersebut.

 Baca Juga: Barcelona Tumbang Dramatis di Kandang Girona, Posisi Puncak Melayang

Pertama, jeruk mandarin identik dengan keberuntungan finansial. Dalam bahasa Mandarin, penyebutan jeruk memiliki kemiripan bunyi dengan kata yang berarti “beruntung”.

Sementara dalam dialek Kanton, kata untuk jeruk terdengar seperti kata “emas”. Kesamaan bunyi ini membuat jeruk dimaknai sebagai lambang kekayaan dan kelancaran rezeki.

Selain itu, warna oranye keemasan pada kulit jeruk menyerupai warna emas yang sejak lama diasosiasikan dengan kemakmuran dan kesejahteraan. Dalam pandangan budaya Tionghoa, warna emas juga mencerminkan kekuatan serta keberlimpahan rezeki.

 Baca Juga: Bukan Sekadar Uang, Ini Arti Angpao dalam Tradisi Imlek

Bentuknya yang bulat sempurna turut menyimpan filosofi mendalam. Lingkaran dianggap sebagai simbol keutuhan dan kesempurnaan. Karena itu, jeruk mandarin melambangkan keharmonisan keluarga, hubungan sosial yang erat, serta kehidupan yang lengkap dan seimbang.

Tak hanya dari tampilan, rasa manis jeruk mandarin pun mengandung doa tersendiri. Rasa manis diyakini membawa harapan agar kehidupan di tahun yang baru berjalan manis, penuh kebahagiaan, kesuksesan, dan pengalaman menyenangkan.

Menariknya, jeruk mandarin kerap disajikan lengkap dengan daun hijau yang masih menempel. Daun tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan simbol pertumbuhan dan keberlanjutan rezeki agar terus berkembang sepanjang tahun.

 Baca Juga: ByteDance Luncurkan Doubao 2.0: Pesaing Berat GPT 5.2 dengan Harga Kali Lebih Murah

Tradisi juga mengatur jumlah jeruk yang diberikan. Biasanya jeruk dibagikan dalam jumlah genap seperti dua, empat, atau delapan buah. Angka genap dipercaya melambangkan keseimbangan dan harmoni.

Angka delapan menjadi favorit karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata yang berarti makmur, sedangkan angka ganjil cenderung dihindari.

Lebih dari itu, pertukaran jeruk mandarin saat Imlek menjadi media penyampaian doa dan kasih sayang. Saat buah tersebut diberikan kepada keluarga, sahabat, atau tamu, terselip harapan agar penerimanya memperoleh kesehatan, kebahagiaan, serta kesuksesan di tahun yang baru.

Hingga kini, tradisi menghadirkan jeruk mandarin tetap lestari. Baik diletakkan di altar, di meja ruang tamu, maupun dijadikan buah tangan saat berkunjung, jeruk mandarin selalu membawa pesan kemakmuran dan doa untuk kehidupan yang lebih sejahtera.

Editor : Ali Sodiqin
#Perayaan Tahun Baru Imlek #Makna jeruk mandarin