RADARSITUBONDO.ID - Mandi wajib atau mandi junub merupakan kewajiban bagi umat Islam untuk menghilangkan hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri atau mengalami mimpi basah.
Memasuki bulan Ramadan, persoalan mandi wajib kerap menjadi perhatian karena berkaitan dengan kesempurnaan ibadah puasa.
Secara hukum, seseorang yang berpuasa dalam keadaan junub tetap dianggap sah puasanya. Namun demikian, mandi wajib tidak boleh diabaikan hingga melewati waktu shalat. Jika seseorang menunda mandi hingga waktu shalat tiba tanpa alasan yang dibenarkan, maka ia berdosa karena meninggalkan kewajiban bersuci sebelum shalat.
Ketentuan ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Maidah ayat 6, yang memerintahkan umat Islam untuk bersuci sebelum melaksanakan shalat.
Baca Juga: Kolak Pisang Laris Manis Saat Ramadan, Ini Rahasia Cuan Pedagang Takjil
Niat Mandi Wajib
Dalam pelaksanaannya, mandi wajib diawali dengan niat yang diucapkan di dalam hati saat mulai mengguyurkan air ke tubuh. Lafaz niat mandi wajib adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala.”
Baca Juga: Bukan Sekadar Takjil, Kolak Pisang Ternyata Media Dakwah Para Wali
Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah
Tata cara mandi wajib merujuk pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Membaca niat dalam hati bersamaan saat mulai mandi.
- Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kemaluan menggunakan tangan kiri dan sabun hingga bersih.
- Berwudu secara sempurna sebagaimana wudu untuk shalat.
- Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali sambil menyela pangkal rambut hingga air meresap ke kulit kepala.
- Membasuh seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan, lalu kiri, dan memastikan air mengenai seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali.
Baca Juga: Khilaf Menonton Konten Dewasa Saat Puasa? Ini Panduan Taubat yang Benar
Hal-hal yang Sering Terlewat
Beberapa detail kecil kerap luput dari perhatian. Bagi perempuan yang rambutnya terikat, tidak diwajibkan mengurai rambut selama air dapat mencapai kulit kepala. Selain itu, bagian tubuh seperti pusar, lipatan kulit, dan sela-sela jari juga harus dipastikan terkena air.
Mandi wajib juga dapat digabungkan dengan mandi biasa dalam satu waktu, selama niat mandi wajib tetap diucapkan. Jika mandi dilakukan sebelum waktu imsak, puasa tetap sah meskipun seseorang berada dalam keadaan junub setelah sahur.
Dengan memahami tata cara dan hukumnya secara benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat.
Editor : Ali Sodiqin