Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mokel Jadi Istilah Nasional, Awalnya Populer di Malang

Bayu Shaputra • Kamis, 19 Februari 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi Mokel.
Ilustrasi Mokel.

RADARSITUBONDO.ID - Bulan Ramadan selalu menghadirkan fenomena unik, termasuk dalam ranah bahasa. Salah satu istilah yang kembali ramai diperbincangkan adalah “mokel”. Kata ini merujuk pada tindakan membatalkan puasa sebelum waktunya atau makan dan minum secara diam-diam saat masih menjalankan ibadah puasa.

Istilah mokel berasal dari bahasa Jawa, tepatnya “mokèl”. Awalnya, kata ini populer di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama di Malang dan sekitarnya. Namun seiring perkembangan media sosial, penggunaannya meluas hingga dikenal secara nasional, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi VI Daring, mokel kini telah resmi tercantum dan didefinisikan sebagai perbuatan makan atau minum secara sembunyi-sembunyi padahal sedang menjalankan ibadah puasa. Meski demikian, penggunaannya tetap dikategorikan sebagai bahasa nonformal atau percakapan santai.

 Baca Juga: Polres Metro Depok Siapkan Pesantren Kilat bagi Remaja Tawuran Selama Ramadan

Secara makna, mokel menggambarkan kondisi seseorang yang tidak mampu menahan lapar atau haus, sehingga memilih membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan secara agama.

Dalam perspektif ajaran Islam, tindakan tersebut tentu termasuk pelanggaran terhadap kewajiban berpuasa di bulan Ramadan.

Fenomena bahasa ini juga menunjukkan kekayaan istilah serupa di berbagai daerah. Di kalangan masyarakat Sunda, misalnya, dikenal kata “godin” dengan arti yang sama. Ada pula istilah “budim” yang merupakan singkatan dari buka diam-diam, serta “mokah” yang juga merujuk pada tindakan membatalkan puasa sebelum waktunya.

 Baca Juga: Bolehkah Pakai Lip Balm Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Masuknya mokel ke dalam KBBI menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti dinamika sosial dan budaya masyarakat.

Istilah yang awalnya lahir dari percakapan informal kini mendapat pengakuan secara leksikografis, memperkaya khazanah bahasa nasional yang berakar dari bahasa daerah.

Kendati kerap digunakan dalam nada bercanda, makna mokel tetap berkaitan dengan tindakan yang tidak dibenarkan dalam ajaran agama.

Karena itu, masyarakat diharapkan saling mengingatkan dan menguatkan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan serta menjaga kesucian bulan Ramadan.

Editor : Ali Sodiqin
#Arti mokel #Ramadan 1447 Hijriah