RADARSITUBONDO.ID - Banyak orang mengaku kembali merasakan lapar setelah buang air besar (BAB) usai makan sahur. Padahal, waktu berbuka masih cukup lama. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah tubuh benar-benar kekurangan asupan atau hanya sekadar sensasi?
Secara fisiologis, fenomena tersebut ternyata wajar dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Saat seseorang BAB, tubuh mengeluarkan feses yang sebelumnya memenuhi ruang di usus besar. Proses pengosongan ini menciptakan sensasi perut terasa lebih ringan dan kosong secara fisik.
Di sisi lain, makanan yang dikonsumsi saat sahur mulai diproses. Lambung secara bertahap mengalirkan isinya menuju usus halus untuk dicerna dan diserap nutrisinya.
Ketika volume di saluran pencernaan bagian atas berkurang, tubuh menangkap perubahan tersebut sebagai kondisi perut yang kosong.
Sistem pencernaan memiliki reseptor mekanik yang sensitif terhadap peregangan dan tekanan. Setelah BAB, tekanan di saluran cerna menurun cukup signifikan. Reseptor ini kemudian mengirimkan sinyal ke otak yang diinterpretasikan sebagai rasa lapar.
Tak hanya itu, proses defekasi juga melibatkan aktivasi sistem saraf parasimpatis. Aktivasi ini dapat merangsang produksi hormon ghrelin, yaitu hormon yang berperan dalam memicu rasa lapar.
Pada pagi hari, aktivitas usus memang cenderung meningkat akibat refleks gastrokolik—refleks alami yang muncul setelah makan, termasuk saat sahur.
Faktor psikologis juga turut memengaruhi. Sensasi perut yang lebih ringan sering kali menimbulkan persepsi seolah-olah tubuh membutuhkan asupan tambahan, meskipun sebenarnya proses penyerapan nutrisi dari sahur masih berlangsung di usus halus.
Baca Juga: Parlemen Inggris Pertimbangkan Selidiki Peran Andrew Mountbatten-Windsor sebagai Utusan Dagang
Untuk meminimalkan rasa lapar yang muncul terlalu cepat, pemilihan menu sahur menjadi kunci. Makanan kaya serat dan protein cenderung dicerna lebih lambat sehingga membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.
Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup juga penting untuk menjaga stabilitas sistem pencernaan selama berpuasa.
Dengan memahami mekanisme tubuh ini, sensasi lapar setelah BAB usai sahur tidak perlu lagi menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
Editor : Ali Sodiqin