Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Semangat Tarawih Udah Kendor? Ini Cara Mengatasinya

Bayu Shaputra • Selasa, 24 Februari 2026 | 17:00 WIB

Ilustrasi salat terawih.
Ilustrasi salat terawih.

RADARSITUBONDO.ID - Bulan Ramadan dikenal sebagai momen penuh berkah yang selalu dinanti umat Muslim. Namun, memasuki pertengahan bulan suci, tak sedikit yang mulai merasakan penurunan semangat dalam menunaikan shalat tarawih.

Rasa lelah setelah beraktivitas seharian, kantuk, hingga rutinitas yang terasa monoton kerap menjadi alasan menurunnya motivasi.

Padahal, shalat tarawih merupakan salah satu ibadah istimewa yang hanya hadir di bulan Ramadan. Kesempatan ini menjadi momentum berharga untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 Baca Juga: Parma Bikin Kejutan di San Siro, Sundulan Troilo Tumbangkan AC Milan

Agar semangat tetap terjaga hingga akhir Ramadan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Pertama, memperkuat kembali niat. Mengingat kembali antusiasme saat menyambut awal Ramadan dapat menjadi dorongan tersendiri.

Niat yang tulus dan kuat menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi ibadah. Membiasakan diri memperbarui niat sebelum berangkat tarawih juga dinilai efektif menumbuhkan semangat.

Kedua, mencari teman seperjalanan. Mengajak keluarga atau sahabat untuk menunaikan tarawih berjamaah dapat menciptakan suasana yang lebih menyenangkan.

Kebersamaan tersebut bukan hanya membuat langkah terasa ringan, tetapi juga menjadi sarana saling mengingatkan dan menguatkan komitmen beribadah.

 Baca Juga: Alhamdulillah! Harga Cabai Anjlok ke Rp 65 Ribu/Kg, Pedagang dan Pembeli Sumringah

Ketiga, mencoba suasana baru. Sesekali melaksanakan tarawih di masjid yang berbeda dapat menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih segar. Variasi bacaan imam dan lingkungan jamaah yang berbeda mampu mengurangi rasa bosan yang mungkin muncul.

Selain itu, penting untuk menghayati setiap rakaat yang dijalankan. Tarawih tidak seharusnya menjadi rutinitas fisik semata. Mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan khusyuk serta meresapi setiap gerakan akan membuat ibadah terasa lebih bermakna.

Tak kalah penting, menjaga kondisi fisik. Mengatur waktu istirahat, termasuk tidur yang cukup, dapat membantu tubuh tetap bugar saat menjalankan ibadah malam.

Tidur lebih awal atau menyempatkan waktu istirahat sejenak di siang hari bisa menjadi solusi agar tidak mudah lelah.

Ramadan hanya datang setahun sekali. Karena itu, setiap rakaat tarawih menjadi kesempatan berharga yang sayang untuk dilewatkan. Konsistensi hingga akhir bulan suci menjadi kunci agar keberkahan Ramadan dapat diraih secara maksimal.

Editor : Ali Sodiqin
#Shalat Tarawih