RADARSITUBONDO.ID - Kegiatan tadarus Al-Quran di masjid dan mushola mengalami peningkatan signifikan selama bulan Ramadan.
Usai melantunkan ayat suci, para jamaah umumnya memerlukan asupan ringan untuk memulihkan tenaga, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Sajian takjil sederhana namun bergizi menjadi pilihan utama pengurus masjid. Menu yang disiapkan tidak hanya mempertimbangkan rasa, tetapi juga kandungan nutrisi agar tubuh kembali bertenaga setelah berpuasa seharian.
Baca Juga: Manchester United Uji Tren Positif di Markas Everton
Kurma masih menjadi hidangan paling dianjurkan saat berbuka. Buah manis ini mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh sehingga efektif mengembalikan energi. Cukup satu hingga tiga butir kurma yang disertai segelas air putih hangat atau suhu ruang sudah membantu mengawali berbuka dengan baik.
Selain kurma, menu tradisional seperti kolak pisang atau kolak ubi tetap digemari. Kandungan karbohidrat dari bahan umbi-umbian serta santan memberikan rasa kenyang yang pas.
Alternatif lain yang praktis adalah bubur kacang hijau. Disajikan dalam mangkuk atau gelas kecil, makanan ini kaya protein nabati dan relatif mudah dicerna.
Gorengan seperti pisang goreng, tahu isi, maupun risoles juga kerap tersedia karena mudah dibuat dalam jumlah besar. Meski demikian, konsumsi makanan berminyak tetap perlu dibatasi. Sebagai pilihan yang lebih sehat, roti isi atau sandwich dengan tambahan telur dan sayuran bisa menjadi solusi.
Untuk minuman, teh manis hangat, sirup, atau es buah ringan cukup membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Jamaah disarankan tidak mengonsumsi minuman terlalu manis atau bersoda karena dapat menimbulkan rasa kembung.
Baca Juga: MBG Situbondo Disorot! Produk Lokal Belum Terserap Maksimal, Bupati Rio Ungkap 4 Masalah Krusial
Dalam penyajiannya, pengurus masjid dianjurkan menggunakan wadah sekali pakai atau piring berukuran kecil agar distribusi lebih mudah dan higienis. Porsi yang tidak berlebihan juga penting untuk mencegah pemborosan makanan. Seluruh sajian sebaiknya disiapkan dalam kondisi bersih dan tertutup hingga waktu berbuka tiba.
Dengan menu sederhana namun tetap bergizi, jamaah dapat berbuka dengan nyaman dan kembali berenergi setelah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Editor : Ali Sodiqin