Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bolehkah Cari Takjil Bareng Pacar? Begini Pandangan Islam

Bayu Shaputra • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:00 WIB

Ilustrasi mencari takjil bersama pacar.
Ilustrasi mencari takjil bersama pacar.

RADARSITUBONDO.ID - Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas ini menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk mencari hidangan pembuka puasa. Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: bagaimana hukum mencari takjil bersama pacar menurut Islam?

Dalam ajaran Islam, konsep pacaran sebagaimana yang umum dikenal saat ini tidak memiliki dasar yang jelas dalam syariat.

Hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram diatur dengan batasan tertentu. Interaksi keduanya harus dilakukan sesuai ketentuan agama, seperti tidak berduaan (khalwat), menjaga pandangan, serta memelihara kehormatan.

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram hukumnya haram. Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang menyebutkan bahwa tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali setan menjadi pihak ketiga di antara mereka.

Mencari takjil bersama pacar dinilai berpotensi menimbulkan fitnah apabila dilakukan hanya berdua, baik di tempat umum maupun di lokasi yang relatif sepi. Walaupun niatnya untuk berbuka puasa bersama, kondisi tersebut tetap dinilai tidak sesuai dengan ketentuan syariat.

Ramadan sendiri merupakan bulan yang dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan ketakwaan. Karena itu, umat Islam diimbau menjaga sikap dan perilaku agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa.

Sebagai solusi, jika ingin berbuka puasa bersama, disarankan untuk menghadirkan keluarga atau teman sebagai pendamping agar terhindar dari khalwat.

Selain itu, bagi pasangan yang sudah siap, pernikahan menjadi jalan yang lebih dianjurkan. Jika belum memungkinkan, menjaga jarak hingga waktu yang tepat dinilai sebagai pilihan yang lebih baik.

Momentum Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, bukan membuka peluang pada perbuatan yang diragukan kehalalannya.

Editor : Ali Sodiqin
#pacar #Ramadan 1447 H #Berburu takjil