Kecelakaan Maut Bekasi Picu Langkah Prabowo Bangun Flyover dan Pengamanan Rel

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah pusat mulai memberi perhatian serius terhadap persoalan pelintasan sebidang yang selama ini kerap menjadi pemicu kecelakaan di jalur kereta api.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masalah tersebut telah berlangsung puluhan tahun tanpa penyelesaian yang menyeluruh.
Sorotan itu menguat setelah insiden kecelakaan kereta di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang melibatkan rangkaian kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line. Peristiwa tragis tersebut menelan korban jiwa, dengan mayoritas korban merupakan penumpang perempuan di gerbong khusus.
Saat meninjau lokasi kejadian pada Selasa (29/4/2026), Prabowo menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pelintasan sebidang yang masih banyak tidak terjaga. Ia menilai persoalan ini tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi konkret.
“Sudah berapa puluh tahun sekarang ya sudah lah kita selesaikan semua itu,” kata Prabowo.
Rangkaian peristiwa kecelakaan bermula ketika sebuah kendaraan taksi listrik tersangkut di jalur rel saat melintasi pelintasan sebidang pada malam hari. Kendaraan tersebut mengalami gangguan dan berhenti di tengah lintasan, yang kemudian tertabrak KRL Commuter Line yang baru beroperasi beberapa bulan.
Gangguan di jalur tersebut memicu penghentian sementara perjalanan kereta lain di Stasiun Bekasi Timur. Namun, dalam waktu singkat, kereta api jarak jauh Argo Merbabu Anggrek menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti, mengakibatkan kerusakan parah dan korban jiwa.
Presiden memastikan pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Ia juga menyoroti fakta bahwa masih banyak pelintasan kereta api yang tidak memiliki penjagaan memadai.
“Tapi secara garis besar kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya?” ujarnya.



