RadarSitubondo.id - Panggilan ke tanah suci Mekkah merupakan ibadah yang sangat ditunggu-tunggu setiap muslim.
Mereka yang berangkat merupakan orang pilihan karena tak mudah menjadi jamaah haji.
Terlebih saat ini ongkos naik haji yang naik seolah menjadi cobaan bagi mereka yang mempunyai niat ke tanah suci.
Selain itu masa tunggu haji juga sangat lama, dilansir dari laman Kemenag Jawa Timur, masa tunggu keberangkatan haji reguler saat ini mencapai 35 tahun.
Hal ini karena antrian jamaah yang kian banyak dan tidak sebanding dengan kuota haji.
Karena masa tunggu yang sangat lama, tak heran jika banyak jamaah yang sudah usia lanjut.
Akan tetapi tak semua jamaah berusia muda, ada juga yang berusia muda.
Bahkan umurnya masih sangat belia, seperti salah satu Calon Jamaah Haji (CJH) asal Jawa Timur ini.
Mungkin tidak akan pernah menyangka dalam hidupnya bisa berangkat haji di usia yang masih 18 tahun.
Ia adalah Moch Abdul Aziz, CJH kloter 1 asal Bojonegoro itu menunaikan rukun Islam kelima saat dirinya masih duduk di bangku kelas 2 SMK.
Dikatakan, ia berangkat haji menggantikan ayahnya yang telah meninggal dunia.
"Saya menunaikan ibadah haji karena menggantikan ayah yang meninggal dua tahun lalu," katanya yang dikutip dalam laman resmi Kemenag, Kamis (16/5).
Menurutnya pihak sekolah juga mendukung Aziz, ia diberi izin untuk menunaikan ibadah haji.
"Setelah bermusyawarah dengan ini bu dan dua kakak, disepakati saya yang harus menggantikan ayah sekaligus mendampingi ibu berhaji," terangnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin