Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tim Basarnas Turun Total! Operasi Besar Cari 84 Warga yang Belum Ditemukan

Fanzha Shefya Yuananda • Selasa, 2 Desember 2025 | 16:30 WIB
Tim Basarnas tiba di Tapteng dan langsung memperkuat pencarian.
Tim Basarnas tiba di Tapteng dan langsung memperkuat pencarian.

RADARSITUBONDO.ID – Memasuki hari keempat pascabencana, angka korban dari wilayah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga terus diperbarui.

Data terbaru mencatat 2.302 kepala keluarga telah terverifikasi sebagai terdampak.

Dari jumlah itu, sebanyak 142 warga dinyatakan selamat, 1.023 orang berhasil dievakuasi, sementara 65 warga meninggal dunia.

Masih ada 84 orang yang belum ditemukan dan kini menjadi prioritas pencarian.

Sementara di Tapanuli Selatan, 23 orang terdampak dengan tujuh meninggal dan 16 lainnya masih hilang.

Upaya pencarian diperkuat setelah tim mobile Basarnas yang dipimpin Capt dan Bayu tiba di Posko Terpadu Tapteng.

Mereka langsung menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur BPBD.

Pembagian tim dilakukan ke sejumlah sektor, termasuk Hutanabolon, Parombunan, Posko Nakula, dan dua posko terpadu di Tapteng dan Sibolga. Tim mobile juga disiagakan untuk pergerakan cepat.

Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi, melalui humas Asa Waruwu menjelaskan bahwa personel yang mendarat di Pelabuhan ASP Sibolga langsung digeser menuju Posko KN SAR Nakula.

Di sana mereka mengikuti apel singkat sebelum pembagian tugas lanjutan.

Tim drone dikerahkan untuk pemantauan udara di Hutanabolon dan Tukka, sementara tim posko turun ke lapangan untuk memeriksa sektor yang masih dilaporkan terdapat warga hilang.

Meski operasi pencarian terus diperluas, kendala di lapangan masih sangat besar.

Beberapa jalur tidak bisa dilewati, terutama jalan lintas kabupaten di Aek Tolang, Jembatan Pandan - Carita, dan Jembatan Anggoli di jalur nasional.

Banyak fasilitas umum juga rusak, termasuk sekolah di Aek Kolang serta kantor camat.

Namun sejumlah wilayah sudah menunjukkan perkembangan positif. Beberapa area mulai surut dan dapat dilewati, seperti Sibuluan Raya, sebagian Kota Sibolga, Sarudik, Pandan, AMD, dan kawasan pesantren.

Ribuan warga kini menempati lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai titik. Di Tapteng, warga dipusatkan di GOR Pandan.

Sementara di Kota Sibolga, pengungsian berada di SMPN 5 Parombunan dan Posko Terpadu Gedung Nasional.

Sejumlah fasilitas lain seperti masjid, aula, dan pemukiman turut menjadi tempat berlindung.

 Baca Juga: Netanyahu Minta Ampun ke Presiden Israel, Tuding Persidangan Korupsi Hancurkan Persatuan Bangsa

Operasi SAR gabungan melibatkan banyak unsur, mulai dari Pos SAR Sibolga, ABK KN Nakula, Kansar Nias, Polres, Kodim, hingga Polairud.

Mereka menghadapi tantangan seperti pemadaman listrik, komunikasi terputus, cuaca buruk, risiko longsor, dan material banjir yang menumpuk.

Seluruh operasi didukung rescue car, sekoci, LCR bermesin, drone, serta peralatan medis dan air. (*)

 

 

 

Editor : Ali Sodiqin
#banjir sibolga #kabar terbaru #tim basarnas #pencarian korban #tapteng