Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Aceh Minta Keterlibatan Dua Lembaga PBB dalam Pemulihan Bencana Banjir dan Longsor

Bayu Shaputra • Senin, 15 Desember 2025 | 22:30 WIB
Kondisi pasca banjir melanda Sumbar.
Kondisi pasca banjir melanda Sumbar.

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Aceh secara resmi telah mengirimkan surat kepada UNDP dan UNICEF agar dapat memberikan dukungan dalam penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Tanah Rencong.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyatakan bahwa permintaan ini didasari oleh pengalaman kedua lembaga PBB tersebut dalam menangani bencana besar, termasuk tsunami 2004 yang melanda Aceh.

"Benar sudah kami surati secara resmi. Mempertimbangkan mereka merupakan lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia, maka meminta keterlibatan mereka dalam pemulihan kami rasa sangat dibutuhkan," jelasnya saat dihubungi pada Minggu (14/12/2025).

 Baca Juga: Prabowo Janji Sikat Pembalakan Liar Pasca Bencana Banjir Sumatera

Muhammad MTA menambahkan bahwa keputusan untuk menghubungi kedua lembaga ini disebabkan oleh kebutuhan mendesak dalam pemulihan, khususnya di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan.

UNICEF diketahui masih melanjutkan program di Aceh hingga awal 2026, sehingga dianggap relevan untuk dilibatkan dalam upaya pemulihan setelah bencana.

Jenis bantuan yang akan diberikan nantinya akan disesuaikan dengan tugas dan fungsi serta program masing-masing lembaga.

 Baca Juga: Davina Karamoy Diterpa Isu Orang Ketiga, Ancam Jalur Hukum jika Terus Melebar

Saat ini, ada 77 lembaga dan 1.960 relawan yang terlibat dalam penanganan bencana di Aceh. Mereka berasal dari berbagai organisasi baik lokal, nasional, maupun internasional.

Beberapa lembaga yang tergabung dalam Desk Relawan BNPB untuk Aceh antara lain Save The Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, FKKMK UGM, Mahtan Makassar, Relawan Nusantara, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, dan Yayasan Geutanyoe.

Banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025 telah mempengaruhi 18 kabupaten/kota di Aceh. Data dari posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh per Minggu (14/12) pada pukul 13.36 WIB mencatat sebanyak 419 jiwa meninggal dunia dan 32 orang dinyatakan hilang.

Editor : Ali Sodiqin
#UNICEF #UNDP #Aceh surati PBB