RADARSITUBONDO.ID – Kuota Calon Jamaah Haji (CJH) Situbondo untuk musim haji 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah CJH tahun 2026 mencapai 995 orang, atau meningkat sekitar 200 orang, dibanding musim haji 2025 yang berada di angka 800-an.
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kementerian Agama Situbondo, Rif’an Junaidi menegaskan, jumlah tersebut masih bersifat sementara. Belum bisa dipastikan berangkat sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah pusat.
Rif’an mengatakan, jumlah 995 CJH tersebut masih dapat berubah. Bisa bertambah maupun berkurang, sesuai proses administrasi dan perkembangan data terbaru. “Kalau tahun sebelumnya sekitar 800 lebih CJH, sekarang ada 995 CJH. Jadi ada penambahan hampir 200 orang. Namun angka itu masih belum final karena menunggu rilis resmi pusat yang biasanya keluar mendekati waktu pemberangkatan,” ujar Rif’an, Senin (8/12).
Menurut Rif’an, perubahan jumlah CJH bisa terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari pelunasan biaya haji, perubahan data, dan kemungkinan adanya jamaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatan. Selain itu, jamaah juga wajib memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan kesehatan.
“Calon jamaah yang berhak berangkat adalah mereka yang sudah melengkapi dokumen perjalanan, mulai dari berkas, paspor, rekam bio visa, hingga istito’ah kesehatan. Setelah itu baru bisa melakukan pelunasan. Kalau belum memenuhi syarat, bisa ditunda keberangkatannya,” jelasnya.
Rif’an juga menyebutkan bahwa potensi jumlah CJH Situbondo tahun 2026 bisa mencapai seribu orang karena adanya jamaah cadangan, jamaah pendamping, maupun gabungan. “Insyaallah potensi sampai seribu itu ada, karena saat ini sudah 995,” tambahnya.
Dia mengimbau seluruh CJH agar mengikuti setiap tahapan yang disampaikan oleh kantor Kementerian Agama, terutama terkait persyaratan kesehatan yang menjadi faktor utama penentuan kelayakan keberangkatan. “Kalau semuanya sudah lengkap, baru bisa dipastikan berangkat. Untuk pengumuman resminya kemungkinan akan dirilis sekitar bulan 1 Syawal 2026,” pungkas Rif’an. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono