Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Usai Bebas dari Tahanan, Kakek Masir Jatuh Sakit, Istri Terpaksa Jadi Buruh Demi Bertahan Hidup

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 12 Januari 2026 | 20:31 WIB
GARAP LAHAN: Suyati, 70, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan  Banyuputih, menanam jagung di lahan milik tetangganya, Senin (12/1).
GARAP LAHAN: Suyati, 70, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, menanam jagung di lahan milik tetangganya, Senin (12/1).

RADARSITUBONDO.ID - Kekek Masir lebih banyak beristirahat usai keluar dari rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Situbondo, lima hari lalu (8/1). Tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga harus diganti oleh istrinya, Suyati. Penyakit asma kakek 71 tahun itu sering kambuh.

Di usianya yang sudah 71 tahun, kakek masir yang baru keluar dari tahanan harus lebih banyak istirahat. Sejak keluar dari sel besi, penyakit asma’ yang diderita Masir sering kambuh. Dalam satu pekan ini, kakek Masir masih perlu menyesuaikan cuaca di rumahnya terlebih dahulu.

“Mungkin faktor cuaca antara di rumah dan di Rutan sudah tidak sama. Bapak saya (Masir) sejak bebas dari tahanan penyakit asma’nya sering kambuh. Mungkin juga faktor usia lagi, bisa saja karena perubahan cuaca dari dalam Rutan pindah ke rumah,”ungkap ustad Rusmandi, putra Kakek Masir pada Jawa Pos Radar Situbondo (12/1).

Sejak keluar dari tahanan, kakek Masir lebih sibuk menemui tamu yang menjenguk untuk sekedar menanyakan kabar. Baik dari tetangga, saudara hingga pejabat berdatangan dengan segala sumbangannya.

“Alhamdulillah meski belum bisa bekerja, banyak yang datang ngasi sumbangan pada bapak saya,” tutur Rusmandi.

Nah, Suyati istri kakek Masir akhirnya harus turun tangan dalam melakukan  berbagai pekerjaan agar bisa mendapatkan uang. Dia bekerja di lahan milik orang lain, salah satunya menanam bibit jagung.

Suyati rela berpanas-panasan hingga kehujanan untuk memenuhi permintaan pemilik lahan dalam menanam jagung. Apalagi memasuki musim hujan, jadwal untuk menanam bibit jagung, padi dan tanaman lain semakin banyak. “Bapak, ibu saya (Masir dan Suyati) sejak muda memang buruh tani,” cetus Rusmandi.

Dia menerangkan, aktivitas Suyati sejak Kakek Masir ditahan semakin banyak. Dia harus lebih giat bekerja untuk mengirim sang suami saat berada di dalam kurungan. Meski tidak selalu berupa uang makanan apapun yang menjadi kesukaan kekek Masir dibawa.

“Saat bapak saya ditahan ibu saya selalu bekerja, ya untuk ngirim bapak di tahananan. Selain itu harus ngasi pakan dua ekor sapi, tapi milik orang lain,” cetus putra ke dua kakek Masir.

Dia menerangkan, Kakek masir dan Suyati dikaruniai tiga anak, dua pria dan satu perempuan. Untuk yang perempuan berada dalam satu rumah dengan kakek masir dan dua putranya sama-sama berada di rumah istrinya.

“Bapak ibu ya tinggal sama kakak perempuan, saya dan adik saya sama-sama ikut istri,” tutup Rumandi. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#sakit #kakek #baluran