Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tak Lagi Bangun Rumah, Pemkab Situbondo Pilih Bantuan Tunai untuk Korban Banjir

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 26 Januari 2026 | 20:00 WIB
ROBOH: Rumah salah satu warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Besuki, Situbondo, Rabu (21/1).
ROBOH: Rumah salah satu warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Besuki, Situbondo, Rabu (21/1).

RADARSITUBONDO.ID – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) Situbondo, Abdul Kadir, menyatakan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak banjir akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Kebijakan tersebut diambil untuk percepatan penanganan agar tidak terjadi keterlambatan seperti tahun sebelumnya.

Abdul Kadir menegaskan, bantuan bagi rumah warga yang rusak akibat banjir di lima kecamatan akan disalurkan secara tunai agar masyarakat dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan masing-masing. Selain itu, langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

“Bantuan akan diambilkan dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Sesuai arahan Bupati, bantuan diberikan langsung kepada masyarakat terdampak dalam bentuk uang tunai,” katanya, Senin (26/1).

Dia menambahkan, pendataan kerusakan rumah hingga kini masih terus dilakukan sesuai kondisi di lapangan. Namun proses tersebut membutuhkan waktu karena jumlah rumah terdampak mencapai ribuan dan tersebar di lima wilayah berbeda. “Yang jelas, bantuan tidak akan seperti tahun lalu, yakni pembangunan rumah oleh pemkab. Kami khawatir masyarakat harus menunggu lama dan akhirnya kecewa. Karena itu diputuskan bantuan tunai,” ujarnya.

Terkait besaran anggaran, Kadir menyebutkan hingga saat ini masih belum dapat dipastikan karena pendataan masih berlangsung. Namun percepatan terus dilakukan agar bantuan segera terealisasi.

Kadir juga menjelaskan bahwa bantuan perbaikan rumah nantinya biasanya disinergikan dengan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Jika terdapat rumah yang masih kekurangan pendanaan, maka akan dilakukan pendataan ulang untuk mendapatkan alokasi bantuan rehabilitasi.

“Pengalaman sebelumnya, masyarakat sering berharap namun prosesnya lama. Karena itu sekarang diberikan bantuan tunai agar lebih cepat,” jelasnya.

Menurut Kadir, jumlah rumah terdampak banjir saat ini telah mencapai lebih dari tujuh ribu unit. Hingga kini, besaran total anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan banjir yang terjadi lima hari lalu masih belum final.

“Namun total kerugian tetap akan kami laporkan ke provinsi sesuai kebutuhan warga terdampak banjir,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan pihaknya terus memperbarui data korban terdampak banjir agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan, mengingat banyaknya lokasi terdampak di lima kecamatan.

“Petugas di lapangan masih terus melakukan pembaruan data, sembari menyalurkan bantuan kepada warga terdampak,” ujarnya.

Timbul menambahkan, pendataan rumah dan asesmen kerusakan terus dilakukan agar bantuan dari dana BTT dapat segera disalurkan dan masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. “Selain penanganan pascabanjir, tim BPBD juga terus melakukan asesmen di lokasi terdampak,” jelasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#banjir bandang #bpbd situbondo #Pemkab Situbondo