Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Siswa SD Gantung Diri di NTT Dipicu Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Bayu Shaputra • Rabu, 4 Februari 2026 | 10:30 WIB
Surat wasiat YBS (10) untuk mamanya.
Surat wasiat YBS (10) untuk mamanya.

RADARSITUBONDO.ID - Duka kembali menyelimuti dunia pendidikan Tanah Air. Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026) siang di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dahan pohon cengkih yang berada tidak jauh dari pondok tempat ia sehari-hari tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Peristiwa tragis tersebut diduga berkaitan dengan tekanan psikologis yang dialami korban. Berdasarkan keterangan Kepala Desa Nuruwolo, Dion Roa, sehari sebelum kejadian YBS sempat meminta uang sebesar Rp10 ribu kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pulpen. Namun, permintaan itu belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

 Baca Juga: Putra Muammar Khadafi Tewas dalam Serangan Bersenjata

Sebelum meninggalkan rumah, korban diketahui menulis sepucuk surat untuk sang ibu, MGT (47). Surat yang ditulis tangan menggunakan bahasa Bajawa tersebut berisi pesan perpisahan yang menyentuh. Dalam surat itu, YBS meminta ibunya untuk merelakannya pergi dan tidak menangis ataupun mencarinya. Di bagian akhir surat, terdapat gambar emoji menangis.

Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E. Pissort, membenarkan keberadaan surat tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mencocokkan tulisan tangan di surat dengan tulisan di sejumlah buku tulis milik korban, dan hasilnya dinyatakan identik.

Latar belakang keluarga korban diketahui berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Ayah YBS meninggal dunia saat korban masih dalam kandungan. Sementara itu, ibunya harus menghidupi lima orang anak seorang diri dengan bekerja serabutan sebagai petani. Karena keterbatasan tersebut, YBS lebih sering tinggal bersama neneknya di sebuah pondok sederhana.

 Baca Juga: Sejarah Tercipta! Indonesia Tundukkan Vietnam 3-2, Melaju ke Semifinal Piala Asia Futsal 2026

Kasus ini mendapat perhatian dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Ia menekankan pentingnya penguatan pendampingan dan perlindungan sosial bagi keluarga miskin dan rentan, khususnya yang memiliki anak usia sekolah, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Tragedi ini menjadi sorotan serius sekaligus pengingat akan pentingnya peran negara dan masyarakat dalam melindungi anak-anak dari tekanan ekonomi dan sosial yang berujung pada dampak fatal.

Editor : Ali Sodiqin
#Siswa SD gantung diri #Kabupaten Ngada