Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Empat Skema Distribusi MBG Dirancang Khusus untuk Bulan Ramadan

Bayu Shaputra • Senin, 9 Februari 2026 | 18:50 WIB

Ilustrasi siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

RADARSITUBONDO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan empat skema khusus untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat memberikan keterangan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Dadan menjelaskan, penyesuaian dilakukan agar program MBG tetap efektif tanpa mengganggu ibadah puasa para penerima manfaat. Skema pertama diterapkan di sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya menjalankan puasa. Makanan tetap didistribusikan pada jam belajar, namun dikemas sebagai bekal berbuka yang bisa dibawa pulang.

Menu yang disiapkan berupa makanan tahan lama dan tidak mudah basi, seperti telur rebus, kurma, buah segar, abon, ubi rebus, serta aneka kue tradisional. Penyusunan menu ini telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi sekaligus ketahanan makanan hingga waktu berbuka.

 Baca Juga: Trump Desak Perjanjian Nuklir Baru Setelah New START Berakhir

Skema kedua diberlakukan di wilayah dengan mayoritas siswa tidak berpuasa. Di daerah tersebut, layanan MBG tetap berjalan normal seperti hari biasa. Siswa yang tidak berpuasa dapat langsung mengonsumsi makanan di sekolah, sedangkan siswa yang berpuasa diperbolehkan membawa pulang paket makanan untuk berbuka.

Sementara itu, bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, pelaksanaan program tidak mengalami perubahan. MBG tetap dijalankan enam hari dalam sepekan karena kelompok ini tidak memiliki kewajiban berpuasa dan membutuhkan asupan gizi yang stabil.

Penyesuaian khusus juga diterapkan di lingkungan pesantren. Karena dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada di dalam area yang sama dengan penerima manfaat, distribusi makanan akan dilakukan menjelang waktu berbuka.

Proses memasak dilakukan pada siang hari, lalu makanan disajikan saat azan magrib. Skema ini rencananya akan diuji coba di salah satu pesantren di Bandung dalam waktu dekat.

 Baca Juga: Analisis Peluang Timnas Futsal Indonesia di Final Piala Asia 2026

Selain itu, BGN juga menerapkan inovasi penggunaan kantong kemasan yang dapat dipakai ulang. Setiap siswa diwajibkan mengembalikan kantong makanan keesokan harinya untuk ditukar dengan paket baru. Kebijakan ini bertujuan mengurangi sampah sekaligus menanamkan kedisiplinan kepada siswa.

Program MBG dipastikan tetap berlangsung hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri dan diberikan kepada seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang agama.

Editor : Ali Sodiqin
#Badan Gizi Nasional #Skema distribusi MBG