RADARSITUBONDO.ID - Sebanyak 40 ekor Rusa Timorensis dilepasliarkan di kawasan hutan Taman Nasional Baluran, Jumat dini hari (13/2). Itu dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Balai Taman Nasional Baluran. Seluruh satwa tersebut diharapkan mampu bertahan agar bisa berkembang biak.
Kepala Balai Taman Nasional Baluran Agus Setyabudi mengatakan, puluhan ekor Rusa Timor berasal dari penangkaran milik Tjipta Sudjarwo Tjoek warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Kondisi rusa telah melalui tahapan pemeriksaan secara administratif.
“Upaya pelepasliaran di Kawasan Taman Nasional Baluran dilakukan setelah didapatkan pertimbangan teknis, kesesuaian habitat, serta untuk kepentingan yang lebih luas yaitu kelestarian sumber daya alam untuk generasi saat ini dan masa yang akan datang,” ujar Agus Setyabudi.
Dikatakan, rusa-rusa tersebut tiba di Taman Nasional Baluran tepat pukul 22.15. Begitu tiba di dekat Pantai Bilik Sijile, RPTN Labuhan Merak, seluruh kendang diturunkan. Berikutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan hingga semua rusa dilepasliarkan.
“Sebagian rusa ada yang stress. Berdasarkan pertimbangan medis serta beberapa pejabat lingkup BBKSDA Jatim, semua rusa harus dilepasliarkan tengah malam agar bisa beradaptasi, sehingga saat matahari terbit, kondisi rusa bisa stabil dan cepat beradaptasi dengan lingkungan,” katanya.
Agus Setyabudi mengajak seluruh masyarakat agar terlibat aktif menjaga kawasan konservasi dengan tidak melakukan perburuan, perdagangan, maupun pemeliharaan satwa dilindungi tanpa izin. Apabila menemukan indikasi tindak pelanggaran kehutanan di dalam kawasan Taman Nasional Baluran diimbau segera melaporkan kepada petugas yang berwenang.
“Rusa tersebut bisa menjadi berkembang biak dengan tanpa adanya gangguan dari manusia yang dapat mengancam keberadaan hidup rusa di kawasan hutan. Harapan kami semua warga situbondo harus saling menjaga Kawasan konserfasi,” tutup Agus Setyabudi. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono