RADARSITUBONDO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur negara pada 2026. Dana jumbo tersebut ditargetkan mulai cair pada awal Ramadan.
Kepastian itu disampaikan Purbaya saat menghadiri agenda Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Ia menyatakan, pemerintah berupaya agar pencairan THR bisa dilakukan di awal masa puasa guna mendukung kebutuhan belanja masyarakat.
“Di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ujarnya kepada wartawan. Meski demikian, Kementerian Keuangan belum merinci tanggal pasti pencairannya.
Baca Juga: Trump Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah untuk Tingkatkan Tekanan pada Iran
Anggaran THR tahun depan tercatat meningkat 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan Rp49,9 triliun untuk pembayaran THR aparatur negara. Sementara itu, pada kuartal pertama 2026, total proyeksi belanja negara diperkirakan mencapai Rp809 triliun.
Sebanyak 9,4 juta aparatur negara bakal menerima THR tersebut. Mereka meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri, hakim, hingga para pensiunan di tingkat pusat dan daerah.
Kebijakan pemberian THR ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025 yang telah diteken Presiden Prabowo Subianto. Komponen THR mencakup gaji pokok, tunjangan melekat, serta tunjangan kinerja sebesar 100 persen bagi ASN pusat, TNI-Polri, dan hakim.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Jadwalkan Pemeriksaan Richard Lee pada 19 Februari
Adapun untuk ASN daerah, besaran THR disesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing pemerintah daerah. Sementara itu, pensiunan menerima THR sebesar uang pensiun bulanan yang biasa diterima.
Percepatan pencairan THR menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada awal tahun. Dengan dana yang digelontorkan lebih awal, pemerintah berharap daya beli masyarakat meningkat dan aktivitas ekonomi selama Ramadan dapat terdorong lebih kuat.
Editor : Ali Sodiqin