RADARSITUBONDO.ID - Kementerian Agama Republik Indonesia menjadwalkan pelaksanaan Sidang Isbat untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026. Agenda tahunan tersebut akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Sidang Isbat akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan melibatkan berbagai unsur strategis.
Sejumlah pihak yang diundang antara lain perwakilan organisasi masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia, perwakilan duta besar negara-negara Islam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), para ahli falak, anggota DPR, hingga perwakilan Mahkamah Agung.
Baca Juga: Serangan Bersenjata di Tiga Desa Nigeria Tewaskan Sedikitnya 32 Orang
Tahun ini, penyelenggaraan sidang diperkuat dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 yang menekankan aspek transparansi dan kepastian hukum dalam penetapan awal bulan Hijriah.
Pemerintah tetap menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat, yakni menggabungkan perhitungan astronomi dengan pengamatan langsung hilal di lapangan.
Secara teknis, sidang akan melalui tiga tahapan. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan hasil perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi laporan rukyatul hilal dari 96 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang hasilnya akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat.
Baca Juga: Indra Frimawan Dihujat Netizen Usai Ludahi Fajar Sadboy di Podcast Deddy Corbuzier
Berdasarkan data hisab, ijtimak diperkirakan terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Saat matahari terbenam, posisi hilal berada di kisaran minus 2 derajat 24,71 menit hingga 0 derajat 58,08 menit. Kondisi tersebut menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia, pemerintah memprediksi 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026 dengan metode hisab hakiki.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi hasil Sidang Isbat sebagai rujukan nasional. Langkah ini dinilai penting demi menjaga persatuan dan kebersamaan umat Islam di Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Editor : Ali Sodiqin