RADARSITUBONDO.ID – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, akan mengirimkan surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dugaan kelalaian yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nurul Hikam. Langkah tersebut diambil karena kesalahan yang terjadi dinilai berulang kai terjadi. Pria yang juga menjabat Bupati Situbondo itu menilai perlu ada evaluasi dan sanksi.
“Iya, ini saya akan berkirim surat langsung ke BGN untuk diberi sanksi, soalnya sudah terlalu sering,” kata Bupati Rio.
Menurutnya, persoalan yang terjadi kerap ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak keluhan masyarakat, baik dari segi menu maupun kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Bupati menilai hal itu tidak etis jika tidak disertai tanggung jawab sebagai penyedia layanan bagi siswa.
Dia menjelaskan, sebagai kasatgas di daerah, dirinya mendapat mandat langsung dari BGN untuk mengawal program nasional tersebut. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar dimaksimalkan. “Sudah ada beberapa laporan terkait MBG yang selalu mendapat masalah di salah satu pondok pesantren di Kapongan,” tambahnya.
Dia menegaskan, program MBG merupakan program baik dari pemerintah pusat yang harus dijaga bersama. Jika kesalahan terus berulang, dikhawatirkan keluhan wali murid akan semakin memuncak.
“Saya sebagai kasatgas MBG di daerah mendapat tugas dari BGN. Saya juga telah memanggil semua pihak, mulai korwil hingga korcam, karena isunya cukup banyak,” jelasnya.
Selain soal kualitas dan menu, Bupati Rio juga menyoroti bahan baku yang dinilai belum sepenuhnya menyerap produk UMKM lokal. Padahal, menurutnya, program tersebut juga harus memberikan dampak ekonomi bagi daerah. “Keluhannya, pertama masih banyak yang belum operasional maksimal. Kedua, bahan baku masih dari luar daerah, sementara idenya harus dari lokal. Kemudian kualitas juga harus dijaga,” tegasnya.
Bupati Rio meminta semua pihak, termasuk anggota dewan, kecamatan, hingga pemerintah desa, turut mengawasi pelaksanaan program tersebut agar tidak ada mitra yang hanya mengejar keuntungan semata. “Saya minta anggota dewan, kecamatan, kelurahan, dan kepala desa ikut bergerak menjaga kebijakan presiden ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Situbondo Dapil Kapongan, Fiqi Kristina Vinalosa, mengaku telah melakukan teguran langsung kepada SPPG PP Nurul Hikam menyusul banyaknya keluhan dari wali murid. Ia bahkan mengaku sebagai salah satu wali murid penerima MBG dari dapur tersebut. “Terkait SPPG Kesambirampak, saya pernah turun langsung bersama camat dan kapolsek. Saat itu sudah saya tegur, tapi belum ada perbaikan,” tegasnya.
Fiki sapaan akrabnya menambahkan, sebagai wali murid, dirinya mengetahui menu yang diberikan setiap hari. Jika ada kekeliruan, ia langsung menyampaikan teguran, baik melalui telepon maupun mendatangi dapur. “Untuk kemarin, hanya mendapat beberapa jenis menu yang tidak sesuai harapan penerima,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono