RADARSITUBONDO.ID - Ratna Ningsih, warga Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, butuh pertolongan pemerintah. Sebab perempuan 41 tahun itu sedang berada di Nijran, tepat di Barat Daya Arab Saudi. Keberadaannya tidak aman akibat meningkatnya eskalasi konflik internasional.
Ratna Ningsih dalam sebaran video yang diunggah dari Nijran, memohon sambil menangis agar bisa dipulangkan dari Najran. Sebab posisinya sedang tidak aman. Setiap hari dia melihat seliweran peluru kendali dan teriakan orang ketakutan.
“Pada Pak Prabowo, Pak Rio Bupati Situbondo, tolong saya. mohon pulangkan saya. posisi saya lagi tidak aman, sedang ada di Nijran,” ujar Ratna.
Rumdhaniyatul Maqfirah atau Fira, putri kandung Ratna Ningsih, menerangkan bahwa ibunya kini berada di wilayah yang dinilai tidak aman dan mengalami tekanan psikologis akibat situasi yang terus berkembang.
"Komunikasi dengan ibu masih terjalin, namun kondisi ibu kayak ketakutan, karena situasi tegang di lokasi kerjanya," ujar Fira.
Kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah beredar sebuah video Ratna Ningsih di media sosial. apalagi sampai menangis menyampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah Indonesia agar dapat segera dipulangkan ke tanah air.
“Kami tidak tega lihat ibu kami sedang menderita di sana. Dia ingin pulang tapi terjebak dengan adanya perang,” ujar Fira.
Dia berharap, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk memfasilitasi evakuasi atau pemulangan Ratna Ningsih sebagai warga negara Indonesia.
"Kami hanya berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar ibu kami bisa segera dipulangkan dengan selamat. Ibu kami berangkat ke sana untuk cari nafkah sebagai pembantu rumah tangga. Saat jalan situasi belum memburuk,” tegas Fira. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono