Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bencana Cuaca Ekstrem di Situbondo Lebih Parah! 11 Kecamatan Terdampak Banjir, Puting Beliung hingga Longsor

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 8 Maret 2026 | 20:38 WIB

Sejumlah warga menaiki atap rumah untuk memasang kembali asbes yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Dusun Corasale, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Minggu (8/3).
Sejumlah warga menaiki atap rumah untuk memasang kembali asbes yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Dusun Corasale, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Minggu (8/3).

RADARSITUBONDO.ID - Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat bencana akibat cuaca ekstrem kali ini jauh lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya. Sejumlah kecamatan terdampak bencana secara bersamaan mulai dari banjir, angin puting beliung hingga tanah longsor.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, menjelang waktu berbuka puasa. Saat itu, awan tebal tiba-tiba menggumpal menutupi langit. Kemudian turun hujan disertai angin kencang. Akibatnya, di beberapa wilayah banyak pohon tumbang yang menimpa rumah warga, bahkan ada rumah yang atapnya terbawa angin puting beliung.

“Saya rasa dampak bencana kali ini jauh lebih besar. Kalau bulan kemarin mayoritas hanya terjadi di satu wilayah, yaitu Kecamatan Banyuglugur dan Besuki,” kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, Minggu (8/3).

Dia menambahkan, sekitar sebelas kecamatan di Situbondo terdampak bencana tersebut. Di antaranya wilayah Kecamatan Panji hingga ke arah timur seperti Kapongan dan Arjasa. Banyak rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap akibat angin kencang yang disertai hujan dengan intensitas tinggi. “Kalau sebelumnya hanya banjir, tetapi sekarang banjir, puting beliung, dan longsor terjadi secara bersamaan di beberapa wilayah,” imbuhnya.

Timbul menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan proses pendataan di sejumlah kecamatan yang terdampak. Dari sekitar sebelas kecamatan tersebut, terdapat beberapa desa yang mengalami dampak bencana, meskipun skalanya kecil. “Meski skalanya kecil, itu tetap harus diperhatikan oleh pemerintah daerah agar tidak luput dari pendataan. Saat ini kami juga mendirikan dapur umum di wilayah yang paling parah terdampak bencana,” jelasnya.

Menurutnya, dapur umum akan ditempatkan di kecamatan yang dapat menjangkau wilayah terdampak sehingga masyarakat yang paling parah terdampak bencana bisa mendapatkan bantuan dan tempat istirahat sementara. “Untuk sementara dapur umum didirikan di Kecamatan Besuki karena wilayah tersebut kembali dilanda banjir,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan kepada warga agar tetap waspada, mengingat awan masih terlihat sangat mendung dan dikhawatirkan terjadi bencana susulan karena potensi hujan masih dapat terjadi. “Untuk warga, terus lakukan antisipasi dan tetap waspada karena dikhawatirkan akan terjadi hujan dan angin kencang susulan,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Corasale, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Sarkawi, membenarkan bahwa pada sore hari menjelang Magrib angin kencang disertai hujan menerjang rumahnya. Akibatnya, atap rumah yang terbuat dari asbes beterbangan dan mengalami kerusakan. “Iya, di sini sekitar delapan rumah yang terdampak meski skalanya kecil. Yang paling parah rumah saya,” katanya.

Informasi yang dihimpun Koran ini, beberapa desa seperti Desa Cottok dan Desa Pokaan juga terdampak hujan disertai angin puting beliung. Akibat bencana tersebut, sekitar puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #bencana #cuaca ekstrem