Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Comeback Spektakuler! Fenerbahce Balik dari Ketinggalan untuk Singkirkan Feyenoord di Kualifikasi UCL 25/26

Bayu Shaputra • Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:15 WIB
Selebrasi pemain Fenerbahce setelah berhasil mencetak gol ke gawang Feyenoord di leg 2 Kualifikasi UCL 25/26.
Selebrasi pemain Fenerbahce setelah berhasil mencetak gol ke gawang Feyenoord di leg 2 Kualifikasi UCL 25/26.

RADARSITUBONDO.ID - Sepak bola menciptakan drama tak terduga. Stadion Şükrü Saracoğlu, Istanbul, pada Rabu dini hari (13/8), menjadi saksi pertandingan spektakuler kualifikasi Liga Champions.

Fenerbahce, yang dilatih Jose Mourinho, comeback mengalahkan Feyenoord Rotterdam 5-2 di leg kedua kualifikasi UEFA Champions League 2025-26. Kemenangan ini membawa Fenerbahce lolos dengan agregat 6-4, melanjutkan impian tampil di fase grup Liga Champions sejak musim 2008/09.

Fenerbahce memulai dengan sulit setelah kalah 2-1 di leg pertama di Rotterdam, di mana Feyenoord unggul berkat gol Timber dan Anis Hadj Moussa, sementara Sofyan Amrabat mencetak satu gol untuk Fenerbahce.

Bek Feyenoord Tsuyoshi Watanabe membuka gol di menit ke-41, semakin memperburuk posisi Fenerbahce. Atmosfer di Şükrü Saracoğlu mulai meredup dengan fans Fenerbahce gelisah. Mourinho berusaha menenangkan pemainnya yang frustrasi.

Namun, tim Mourinho menunjukkan mentalitas juara dengan mencetak dua gol sebelum turun minum, termasuk gol dari Jhon Durán yang dipinjam dari Al Nassr. Durán menunjukkan kualitas dengan menyelesaikan umpan silang di depan kiper Feyenoord.

Gol penyama datang dari dominasi lini tengah Fenerbahce. Youssef En-Nesyri sempat merayakan gol yang dianulir wasit karena offside, tetapi semangat tim tuan rumah tetap tinggi, berhasil menyamakan kedudukan sebelum istirahat.

Babak kedua menjadi panggung penampilan hebat Fenerbahce. Tim mengenakan jersey kuning-biru tampil intens dengan pressing agresif. Mourinho membuat perubahan taktis yang efektif dengan formasi lebih ofensif. Fenerbahce mencetak tiga gol tambahan di babak kedua, menciptakan comeback memorable.

Setiap gol disambut euforia dari tribun. Strategi Mourinho memanfaatkan kecepatan di sayap terbukti efektif, membuat pertahanan Feyenoord kelelahan. Robin van Persie, pelatih Feyenoord, tampak frustasi melihat kehilangan momentum.

Kemenangan ini menjaga harapan Fenerbahce tampil di fase utama UCL untuk pertama kalinya sejak 2008/09. Pencapaian ini memvalidasi keputusan manajemen untuk mendatangkan Jose Mourinho, pelatih berpengalaman yang telah dua kali memenangkan Liga Champions.

Di babak playoff, Fenerbahce akan menghadapi pemenang antara Nice dan Benfica, yang dimenangkan Nice 2-0 di leg pertama. Pengalaman Mourinho di kompetisi Eropa akan menjadi aset penting untuk tantangan berikutnya.

Eliminasi ini merupakan pukulan berat bagi Feyenoord yang tidak memanfaatkan keunggulan leg pertama. Van Persie harus segera memperbaiki mental timnya untuk fokus pada kompetisi domestik setelah kegagalan di Eropa.


Editor : Ali Sodiqin
#Kualifikasi UCL 2025 #Feyenoord Rotterdam vs Fenerbahce