RADARSITUBONDO.ID - Laga Serie A antara Cremonese dan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari WIB, menyisakan catatan kelam di balik kemenangan tim tamu. Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korban pelemparan flare yang diduga dilakukan oleh oknum suporter Inter dari tribun tandang.
Peristiwa tersebut terjadi pada awal babak kedua. Saat permainan berlangsung di area tengah lapangan, sebuah suar tiba-tiba melayang ke dalam kotak penalti Cremonese dan jatuh di dekat Audero pada menit ke-49. Ledakan keras pun terdengar, asap tebal menyelimuti lapangan, dan Audero langsung tersungkur hingga wasit menghentikan pertandingan sementara.
Baca Juga: Selebgram Berlliana Lovell Siap Nikah, Kini Sedang Cari Jodoh yang Setara
Tim medis dengan cepat memasuki lapangan untuk memberikan penanganan. Audero dilaporkan mengalami luka pada kaki kanan serta gangguan pendengaran di telinga kanan akibat insiden tersebut. Meski demikian, kiper kelahiran Lombok itu tetap menunjukkan profesionalisme dengan melanjutkan pertandingan hingga laga usai.
Dalam pertandingan itu, Inter tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 69 persen dan mencatatkan 15 percobaan tembakan. Audero sendiri masih mampu melakukan dua penyelamatan. Namun, gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski memastikan kemenangan 2-0 bagi Nerazzurri.
Insiden pelemparan flare tersebut menuai kecaman luas. Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, menyampaikan permohonan maaf kepada Emil Audero dan masyarakat Cremona, sekaligus mengecam keras aksi tidak bertanggung jawab tersebut. Kapten Inter, Lautaro Martinez, juga ikut menyampaikan penyesalan atas ulah oknum suporter.
Baca Juga: Pivot Andalan Timnas Futsal Indonesia Tumbang, Ini Alasan Evan Soumilena Absen di Piala Asia
Pelaku pelemparan akhirnya teridentifikasi setelah mendatangi rumah sakit di Cremona dengan kondisi tiga jari tangan hancur akibat ledakan flare saat mencoba melempar suar kedua.
Ia dipastikan akan ditangkap dan dijatuhi sanksi berupa larangan masuk stadion. Aparat kepolisian setempat kini masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penindakan tegas.
Kejadian ini kembali menyoroti persoalan serius terkait keamanan stadion dan perilaku suporter di Serie A, yang dinilai masih menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pemain di lapangan.
Editor : Ali Sodiqin