RADARSITUBONDO.ID - AS Roma tengah menghadapi keputusan besar terkait masa depan Paulo Dybala. Penyerang asal Argentina itu dikabarkan berada di ujung perjalanan kariernya bersama klub ibu kota Italia tersebut, seiring evaluasi internal yang kini dilakukan manajemen Giallorossi.
Kontrak Dybala bersama Roma masih berlaku hingga 30 Juni 2026. Namun, masa depan La Joya mulai dipertanyakan lantaran beban gaji tinggi yang diterimanya.
Saat ini, pemain berusia 32 tahun itu mengantongi bayaran sekitar 8 juta euro per musim atau setara Rp 128 miliar, angka yang dinilai cukup memberatkan neraca keuangan klub.
Situasi tersebut diperparah oleh kondisi fisik Dybala yang belum sepenuhnya stabil. Sepanjang musim 2025/26, eks bintang Juventus itu kerap berkutat dengan cedera dan baru mencatatkan 10 penampilan di Serie A. Pada laga terakhir kontra Como, namanya bahkan hanya menghiasi bangku cadangan tanpa mendapat kesempatan bermain.
Baca Juga: Ter Stegen Kembali Cedera, Peluang Tampil di Piala Dunia 2026 Makin Tipis
Direktur AS Roma, Frederic Massara, menegaskan bahwa hingga kini belum ada pembicaraan resmi terkait perpanjangan kontrak Dybala. Kalaupun ada tawaran baru, nilai kontraknya dipastikan tidak akan setinggi yang diterima saat ini. Media Italia, La Gazzetta dello Sport, menyebut peluang Dybala hengkang dari Stadio Olimpico pada Juni 2026 terbuka lebar.
Di tengah ketidakpastian itu, sejumlah klub mulai mengamati situasi sang pemain. Boca Juniors disebut menjadi salah satu peminat serius. Kehadiran Leandro Paredes, rekan dekat Dybala, semakin menguatkan spekulasi kepulangan sang pemain ke Argentina.
Presiden Boca Juniors, Juan Roman Riquelme, bahkan disebut sangat mengagumi Dybala dan ingin memboyongnya ke Buenos Aires.
Meski demikian, Dybala masih berkomitmen menuntaskan kontraknya bersama Roma hingga masa berakhirnya. Namun, sinyal perubahan arah karier tampaknya semakin sulit dihindari, dengan babak baru yang sudah menanti di depan mata.
Editor : Ali Sodiqin