RADARSITUBONDO.ID - Barcelona harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-2 dari Girona pada pekan ke-24 La Liga, Selasa dini hari (17/2/2026). Bertanding di Estadi Municipal de Montilivi, Blaugrana justru menjadi korban comeback dramatis tuan rumah.
Hasil ini membuat pasukan Hansi Flick turun ke peringkat kedua klasemen sementara. Mereka kini terpaut dua poin dari pemuncak klasemen, membuat persaingan gelar semakin memanas.
Secara permainan, Barcelona sebenarnya tampil dominan sejak awal laga. Mereka mengontrol tempo dan menciptakan sejumlah peluang bersih di babak pertama. Namun buruknya penyelesaian akhir membuat skor tetap kacamata hingga turun minum.
Baca Juga: Militer AS Berhasil Hentikan Tanker Minyak Veronica III di Samudra Hindia
Dari sisi taktik, Flick menerapkan pendekatan yang cukup efektif. Perangkap offside berjalan rapi, lini pertahanan terlihat solid dengan kedua bek sayap yang lebih disiplin bertahan. Peran Dani Olmo sebagai pivot sejati berdampingan dengan Frenkie de Jong juga membuat distribusi bola Blaugrana lebih terkontrol.
Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Barcelona unggul lebih dulu melalui sundulan Pau Cubarsí yang memaksimalkan umpan silang Jules Kounde. Gol tersebut sempat memberi harapan besar bagi tim tamu.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Hanya berselang dua menit, Thomas Lemar sukses mencetak gol penyama kedudukan lewat sontekan jarak dekat pada menit ke-60.
Momentum kemudian berbalik ke kubu tuan rumah. Girona memastikan comeback melalui sepakan jarak jauh Fran Beltrán di penghujung laga. Gol tersebut sempat memicu protes karena adanya dugaan pelanggaran terhadap Kounde yang tak digubris wasit maupun VAR.
Baca Juga: ByteDance Luncurkan Doubao 2.0: Pesaing Berat GPT 5.2 dengan Harga Kali Lebih Murah
Drama belum berakhir. Pada masa injury time, Ronald Araujo gagal memaksimalkan peluang matang dari umpan Lamine Yamal. Sementara itu, gol Robert Lewandowski dianulir karena posisi offside.
Situasi makin panas setelah Joel Roca diganjar kartu merah langsung akibat tekel keras terhadap Yamal. Meski terus menggempur hingga peluit panjang berbunyi, Barcelona tak mampu mencetak gol penyeimbang.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Blaugrana. Dominasi di babak pertama tak mampu mereka konversi menjadi kemenangan. Evaluasi menyeluruh jelas dibutuhkan, baik dari sisi penyelesaian akhir, konsentrasi bertahan, hingga pengambilan keputusan di momen-momen krusial.
Editor : Ali Sodiqin