RADARSITUBONDO.ID - Kiper Manchester United, Senne Lammens, secara terbuka mengakui beratnya tekanan yang ia rasakan saat menghadapi pola bola mati Everton dalam duel Liga Inggris, Senin (24/2) malam.
Strategi tendangan sudut yang disebut-sebut meniru gaya Arsenal itu membuat penjaga gawang asal Belgia tersebut harus bekerja lebih keras dari biasanya.
Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi Setan Merah di Hill Dickinson Stadium, Everton racikan David Moyes tampil agresif setiap mendapatkan sepak pojok.
Sejumlah pemain mereka sengaja menumpuk di area penjaga gawang untuk membatasi ruang gerak Lammens, pola yang selama ini identik dengan pendekatan Arsenal dalam situasi set-piece.
Baca Juga: El Mencho Tewas dalam Operasi Militer Meksiko, CJNG Bergejolak
“Everton sangat mengandalkan kekuatan fisik, terutama para pemain belakang mereka yang tinggi besar,” ujar Lammens seusai pertandingan.
Kiper 23 tahun itu menegaskan bahwa timnya memang sudah mengantisipasi ancaman bola mati sebagai tantangan utama. “Saya cukup percaya diri dengan duel udara, tapi kali ini tekanannya benar-benar terasa berlebihan,” ungkapnya.
Sepanjang pertandingan, The Toffees mencatatkan 10 tendangan sudut. Hampir setiap momen tersebut diwarnai duel fisik di area enam yard.
Lammens bahkan harus mengambil posisi sedikit di belakang garis gawang demi mendapatkan ruang saat hendak meninju atau menangkap bola. Ia juga menilai situasi di kotak penalti kerap sulit dikontrol wasit.
Baca Juga: Kabar Duka dari Ibu Kota, Eks Manajer Persija Harianto Badjoeri Tutup Usia
Meski demikian, Lammens tampil solid. Ia berhasil mengamankan sejumlah peluang udara dan mencatatkan 10 kali penguasaan bola penting untuk menjaga gawangnya tetap steril. Penampilan impresifnya pun mendapat pengakuan dari Moyes.
Pelatih Everton itu memuji aksi Lammens, termasuk saat menggagalkan peluang Michael Keane serta mengatasi tekanan dari skema corner timnya.
Apresiasi juga datang dari pelatih sementara Manchester United, Michael Carrick. Ia menilai Lammens menunjukkan kualitas penjaga gawang yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah situasi sulit. “Seorang kiper harus bisa menjadi penenang, bukan menambah kepanikan. Senne menunjukkan itu,” ujar Carrick.
Tambahan tiga poin tersebut sekaligus menjadi clean sheet ketiga United di bawah arahan Carrick dan mengantar mereka naik ke posisi empat besar klasemen sementara Premier League.
Bagi Lammens, laga ini menjadi bukti ketangguhannya menghadapi tekanan tinggi sepak bola Inggris, meski ia tak menampik bahwa taktik corner ala Everton dan Arsenal memang sangat merepotkan kiper mana pun.
Editor : Ali Sodiqin