Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sepak Terjang Dewa United di AFC Challenge League Jelang Laga Menghadapi Manila Digger

Bayu Shaputra • Kamis, 5 Maret 2026 | 20:16 WIB

Gelandang serang/Winger Dewa United, Egy Maulana Vikri.
Gelandang serang/Winger Dewa United, Egy Maulana Vikri.

RADARSITUBONDO.ID - Kiprah klub Indonesia di kompetisi antarklub Asia kini bertumpu pada satu nama: Dewa United Banten FC. Setelah Persib Bandung tersingkir dari AFC Champions League Two, Dewa United resmi menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang masih bertahan di pentas Asia.

Skuad berjuluk Banten Warriors itu akan menghadapi klub Filipina, Manila Digger, pada babak perempatfinal AFC Challenge League 2025-2026. Ini menjadi momentum penting bagi Dewa United untuk mencetak sejarah sekaligus menjaga asa sepak bola Indonesia di level kontinental.

Baca Juga: Update Lengkap Harga Emas 5 Maret 2026: Antam Naik, Buyback Melonjak, Perhiasan dan Pegadaian Stabil, Dunia Tembus USD 5.120

Pertandingan leg pertama digelar berlangsung Kamis (5/3/2026) di Stadion Rizal Memorial, pukul 19.30 WIB. Dalam laga ini, Dewa United akan bertindak sebagai tim tamu.

Sementara leg kedua bakal digelar sepekan kemudian, Kamis (12/3/2026), di Stadion Indomilk Arena, pukul 20.30 WIB. Bermain di kandang sendiri pada penentuan kaki menjadi keuntungan tersendiri bagi pasukan asuhan Jan Olde Riekerink.

Pelatih asal Belanda itu menekankan pentingnya mencuri tandang gol dan menjaga konsentrasi selama 90 menit di Manila. Mentalitas tandang yang kuat dinilai menjadi kunci menghadapi tekanan mendukung tuan rumah.

Baca Juga: Tol Pintu Besuki Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret 2026, Siap Urai Lonjakan Arus Mudik Lebaran!

Langkah Dewa United menuju delapan besar tidak dapat dicapai dengan mudah. Di fase grup, mereka tampil konsisten dengan mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Total tujuh poin mengantarkan Dewa United keluar sebagai juara Grup E.

Kemenangan telak 4-1 atas Shan United menjadi penentu kelolosan. Empat gol dicetak oleh Egy Maulana Vikri, Hugo Gomes, Alexis Messidoro, dan Rafael Struick. Kombinasi pemain lokal dan asing membuat lini serang Dewa United tampil eksplosif sekaligus variatif.

Kedalaman skuad juga menjadi nilai tambah. Rotasi yang dilakukan Riekerink mampu menjaga kebugaran pemain tanpa mengurangi kualitas permainan.

Baca Juga: Pemenang Lelang SPBU Landangan Tak Bisa Kuasai Aset, KPRI Raung Ancam Bongkar Bangunan!

Di sisi lain, Manila Digger juga menunjukkan konsistensi dengan finis sebagai runner-up Grup D dengan poin yang identik. Klub asal Filipina tersebut dikenal memiliki permainan cepat dengan transisi agresif dari bertahan untuk menyerang.

Menariknya, Persib Bandung pernah menyingkirkan Manila Digger pada babak playoff AFC Champions League Two pada Agustus 2025. Catatan itu bisa menjadi referensi taktik bagi Dewa United untuk meredam kekuatan wakil Filipina tersebut.

Namun, situasi perempatfinal jelas berbeda. Laga sistem gugur selalu menghadirkan tekanan dan intensitas tinggi. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

Gelandang Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya, menyatakan optimisme tinggi jelang laga tandang di Manila. Menurutnya, Dewa United memiliki mental bertanding yang kuat, terutama saat bermain di luar kandang.

“Kami datang bukan untuk bertahan saja. Target kami jelas, membawa pulang hasil positif agar lebih percaya diri saat bermain di Tangerang,” ujarnya.

Duel di sektor tengah diprediksi menjadi kunci. Adu determinasi dan kecerdikan membaca permainan akan menentukan siapa yang lebih dominan dalam mengontrol tempo.

Baca Juga: DPRD Situbondo Bentuk Pansus Ranperda Investasi, Siapkan Insentif Pajak dan Kemudahan Perizinan!

Pertemuan Dewa United kontra Manila Digger diyakini berlangsung sengit. Tim kedua sama-sama memiliki ambisi besar untuk melangkah ke semifinal kompetisi kasta ketiga Asia tersebut.

Riekerink dikenal piawai meramu strategi berbasis penguasaan bola dan tekanan terstruktur. Sementara Manila Digger cenderung mengandalkan kecepatan sayap dan serangan balik cepat.

Faktor disiplin lini belakang serta efektivitas penyelesaian akhir akan sangat menentukan. Dewa United dituntut tampil solid sejak menit awal untuk meredam agresivitas tuan rumah.

Baca Juga: THR 2026 Tetap Kena Pajak PPh 21, Menaker Yassierli Tegaskan Belum Ada Perubahan Aturan

Bagi pecinta sepak bola Tanah Air, pertandingan ini dapat disaksikan secara langsung melalui RCTI dan platform streaming Vision+.

Dukungan penuh publik Indonesia diharapkan menjadi energi tambahan bagi Dewa United. Kini, seluruh harapan tertuju pada Banten Warriors untuk menjaga asa Merah Putih tetap berkibar di kompetisi Asia.

Mampukah Dewa United melangkah lebih jauh dan mencetak sejarah baru? Jawabannya akan dimulai dari 90 menit pertama di Manila.

Editor : Agung Sedana
#Dewa United #Manila Digger FC #AFC Challenge League 2025 2026