Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Lapangan Sintetis Bukan Masalah, Ricky Kambuaya Yakin Dewa United Bawa Poin Penuh dari Manila

Bayu Shaputra • Kamis, 5 Maret 2026 | 20:17 WIB

Ricky Kambuaya, dalam konferensi pers jalang laga menghadapi Manila Digger FC di AFC Challenge League.
Ricky Kambuaya, dalam konferensi pers jalang laga menghadapi Manila Digger FC di AFC Challenge League.

RADARSITUBONDO.ID - Optimisme tinggi diusung gelandang Dewa United sekaligus pemain Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya, jelang duel krusial babak perempat final AFC Challenge League 2025-2026.

Dewa United akan menghadapi Manila Digger pada leg pertama yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Kamis (5/3/2026) pukul 19.30 WIB.

Meski menghadapi tantangan berat di kandang lawan, Kambuaya menegaskan skuad berjuluk Banten Warriors datang dengan persiapan matang dan mental juara.

Baca Juga: Update Lengkap Harga Emas 5 Maret 2026: Antam Naik, Buyback Melonjak, Perhiasan dan Pegadaian Stabil, Dunia Tembus USD 5.120

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Dewa United adalah kondisi lapangan di Stadion Rizal Memorial yang menggunakan rumput sintetis.

Sebelumnya, AFC sempat melarang penggunaan lapangan sintetis untuk seluruh kompetisi di bawah naungan Asosiasi Sepak Bola Asia pada musim 2025-2026.

Namun, melalui regulasi Stadion 2026, AFC akhirnya mengizinkan penggunaan rumput sintetis dengan syarat telah memenuhi standar FIFA dan lolos inspeksi lanjutan.

Kondisi ini sempat menjadi polemik. Apalagi Manila Digger pernah mengalah saat menghadapi Persib Bandung karena belum menyiapkan stadion dengan rumput alami sesuai regulasi awal.

Kini, setelah mendapat lampu hijau dari AFC, Manila Digger kembali menggunakan stadion kebanggaan mereka sebagai markas resmi di kompetisi Asia.

Baca Juga: Tol Pintu Besuki Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret 2026, Siap Urai Lonjakan Arus Mudik Lebaran!

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tak ingin anak asuhnya kaget dengan situasi seperti itu. Juru taktik asal Belanda itu menyarankan waktu datang lebih awal ke Manila demi proses adaptasi maksimal.

“Kita sudah dua hari di sini (Manila) dan kita akan bermain di lapangan sintetis. Kita sudah berlatih kemarin di lapangan ini dan hari ini kembali menikmatinya (di official training),” ujar Riekerink, Rabu (4/3/2026).

Langkah ini diukur krusial. Permukaan sintetis memiliki karakter yang berbeda dibandingkan rumput alami, terutama dalam hal pantulan bola, kecepatan aliran bola, serta potensi risiko cedera.

Dengan dua kali sesi latihan di lapangan pertandingan, Dewa United yakin sudah memahami kondisi teknis yang akan dihadapi.

Sementara itu, Ricky Kambuaya menunjukkan sikap penuh percaya diri. Pemain bernomor punggung 15 tersebut memastikan dirinya dan rekan-rekan satu tim telah beradaptasi dengan baik.

Gelandang enerjik yang juga menjadi andalan Timnas Indonesia itu menilai perbedaan lapangan bukan alasan untuk menurunkan standar permainan.

“Kami sudah berlatih dan mencoba langsung lapangan ini. Tidak ada masalah. Kami siap dan ingin membawa hasil terbaik dari sini,” tegasnya.

Sebagai juara Grup E, Dewa United memiliki modal berharga. Mereka mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang dengan menaklukkan Phnom Penh Crown, Taiwan Steel, dan Shan United.

Catatan impresif itu menjadi bukti konsistensi Banten Warriors sepanjang fase grup.

Baca Juga: DPRD Situbondo Bentuk Pansus Ranperda Investasi, Siapkan Insentif Pajak dan Kemudahan Perizinan!

Di sisi lain, Manila Digger juga bukan lawan sembarangan. Klub Filipina lolos dari Grup D dengan torehan dua kemenangan dan satu imbang. Namun mereka harus puas menjadi runner-up karena kalah selisih gol dari Svay Rieng.

Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat. Tim kedua sama-sama menunjukkan performa stabil sepanjang fase grup.

Leg kedua akan digelar di kandang Dewa United pada 12 Maret 2026. Artinya, hasil di Manila sangat menentukan langkah menuju semifinal.

Baca Juga: THR 2026 Tetap Kena Pajak PPh 21, Menaker Yassierli Tegaskan Belum Ada Perubahan Aturan

Dewa United datang ke Filipina bukan sekadar bertahan. Riekerink yakin tetap menginstal permainan agresif demi mencuri tandang gol.

Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta Timnas Indonesia seperti Kambuaya, Banten Warriors punya kemampuan untuk menekan sejak menit awal.

Mental juara yang terbangun sepanjang fase grup menjadi modal utama. Terlebih lagi, ini merupakan tanda perdana mereka di fase gugur AFC Challenge League musim ini.

Jika mampu mencuri poin maksimal atau setidaknya hasil imbang dengan gol, jalan menuju semifinal akan semakin terbuka lebar saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri pada leg kedua nanti.

Kini, semua mata tertuju ke Manila. Mampukah Ricky Kambuaya dan kolega membungkam tuan rumah di atas rumput sintetis? Jawabannya akan tersaji Kamis malam nanti.

Editor : Agung Sedana
#Dewa United #Ricky Kambuaya #AFC Challenge League 2026 #Rumput Sintetis #Manila Digger FC