RADARSITUBONDO.ID - Kebangkitan Anthony Sinisuka Ginting di pentas internasional semakin nyata. Pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia itu berhasil mengamankan tiket semifinal turnamen Swiss Open 2026 setelah melewati pertarungan sengit di babak perempat final, Jumat (13/3/2026).
Bertanding di arena St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Ginting mengalahkan wakil India Tharun Mannepalli dalam pertandingan yang berlangsung lebih dari satu jam. Duel penuh ketegangan tersebut berakhir dengan skor 21-19, 19-21, 21-13.
Kemenangan itu bukan sekadar membawa Ginting ke empat besar. Hasil tersebut juga menandai momen penting dalam perjalanan kebangkitannya setelah sempat diganggu cedera yang membuat performanya naik turun dalam dua musim terakhir.
Baca Juga: Persib Bandung Punya Peluang Lebarkan Jarak Poin Jika Tumbangkan Borneo FC
Sejak awal pertandingan, Ginting langsung menunjukkan kualitasnya. Pemain peraih medali Olimpiade itu mampu membuka keunggulan lebih dulu. Permainannya terlihat agresif dengan variasi serangan cepat yang membuat Mannepalli kesulitan mengembangkan permainan.
Meski begitu, pertandingan tidak berjalan mudah. Mannepalli perlahan menemukan ritmenya dan sempat menyamakan skor setelah interval gim pertama. Reli-reli panjang pun sering terjadi, memaksa kedua pemain mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.
Ginting sempat berada di atas angin ketika mencapai game point dengan skor 20-15. Namun situasi mendadak menegangkan ketika Mannepalli mampu memperkecil ketertinggalan hingga 19-20.
Tekanan meningkat, namun untungnya akhirnya berpihak kepada Ginting. Servis Mannepalli dinyatakan kesalahan karena terlalu tinggi sehingga memastikan kemenangan gim pertama bagi wakil Indonesia dengan skor 21-19.
Baca Juga: Two Guns Lerena Kembali Hadapi Merhy, Pertaruhkan Gelar WBC
Drama berlanjut pada gim kedua. Mannepalli tampil lebih berani dan agresif sejak awal. Strategi menyerang yang diterapkannya cukup efektif hingga membuat Ginting tertinggal cukup jauh.
Dalam satu fase pertandingan, Ginting bahkan sempat tertinggal 13-19. Namun, mental juara yang dimilikinya terlihat jelas ketika ia mampu mengejar ketertinggalan secara luar biasa. Enam poin beruntun berhasil diraih hingga membuat skor berubah menjadi 19-19.
Dua poin penting diperoleh dari kesalahan membaca lawan. Mannepalli mengira dua lob panjang Ginting keluar lapangan, tetapi shuttlecock justru jatuh tepat di garis belakang. Situasi itu sempat membangkitkan momentum bagi pemain Indonesia.
Sayangnya, Mannepalli tetap mampu menjaga ketenangan pada poin-poin krusial. Serangan tajamnya memastikan dua kali menembus pertahanan Ginting dan kemenangan gim kedua 21-19 untuk memperkuat rubber game.
Memasuki gim penentuan, Ginting menunjukkan karakter petarung yang sesungguhnya. Meski menjalani pertandingan lebih banyak karena harus memulai turnamen dari babak kualifikasi, stamina dan determinasi pemain asal Cimahi itu tetap terjaga.
Sejumlah pukulan pemenang berhasil ia ciptakan untuk mengambil alih kendali permainan. Keunggulan 11-6 saat interval menjadi tanda bahwa Ginting mulai menguasai jalannya pertandingan.
Mannepalli yang memiliki postur lebih tinggi sempat mencoba memanfaatkan jangkauan pukulannya. Namun Ginting menyeimbangkannya dengan kecepatan dan mobilitas luar biasa. Beberapa penyelamatan spektakuler berhasil ia lakukan untuk mengembalikan bola-bola sulit.
Rally panjang dan penyelamatan krusial itu perlahan membuat Mannepalli kehilangan ritme permainan. Frustrasi mulai terlihat dari pemain India tersebut ketika sejumlah serangannya gagal menembus pertahanan Ginting.
Momentum itu dimanfaatkan dengan baik oleh Ginting. Ia terus menambah keunggulan hingga mencapai 19-13 pada fase akhir gim ketiga. Kesalahan antisipasi Mannepalli yang gagal mengembalikan shuttlecock akhirnya memastikan kemenangan Ginting dengan skor 21-13.
Kemenangan ini memiliki makna besar bagi perjalanan karir Ginting. Ia akhirnya kembali mencapai semifinal turnamen individu setelah penantian panjang selama 546 hari sejak terakhir kali melakukannya di Hong Kong Open 2024.
Di sisi lain, keberhasilan Ginting juga memperbesar peluang Indonesia untuk meraih gelar di turnamen tingkat BWF World Tour tersebut.
Sebab, wakil Merah Putih lainnya, Alwi Farhan, lebih dulu memastikan tempat di semifinal. Alwi tampil dominan ketika menyingkirkan Jason Gunawan pada laga perempat final.
Dengan hasil tersebut, peluang terciptanya All Indonesian Final di sektor tunggal putra masih terbuka lebar. Ginting dan Alwi memang berada di jalur pertandingan berbeda sehingga keduanya berpotensi bertemu di partai puncak jika sama-sama mampu melewati babak semifinal.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Oscar 2026 Berlangsung pertengahan Maret
Harapan Indonesia tidak hanya datang dari sektor tunggal putra. Pada nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani juga menjaga peluang meraih gelar.
Sebagai unggulan pertama, Putri KW tampil solid saat menghadapi wakil Thailand Pitchamon Opatniputh, pemain muda yang juga dikenal sebagai juara dunia junior. Putri berhasil menang dua gim langsung dalam pertandingan yang cukup menjanjikan.
Kemenangan tersebut membuka peluang Putri untuk meraih gelar kembali terbuka. Ia berusaha mengakhiri penantian gelar sejak terakhir kali menjadi juara di Korea Masters 2024.
Sementara itu, harapan Indonesia di sektor campuran ganda masih bertahan melalui pasangan Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah. Keduanya keluar sebagai pemenang dalam perang saudara melawan Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil.
Pertandingan sesama wakil Indonesia tersebut berlangsung ketat hingga tiga gim. Amri/Nita sempat tertinggal, namun berhasil menemukan momentum pada fase akhir pertandingan untuk mengunci kemenangan.
Sayangnya, hasil berbeda dialami pasangan Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Mereka harus mengakui keunggulan ganda campuran Tiongkok, Cheng Xing dan Zhang Chi, meski sempat unggul lebih dulu.
Pasangan China tersebut kini akan menjadi lawan berikutnya bagi Amri/Nita pada babak semifinal. Laga itu menjadi kesempatan bagi Amri/Nita untuk terus melangkah sekaligus memburu gelar pertama mereka di level World Tour.
Babak semifinal Swiss Open 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) mulai pukul 18.00 WIB. Indonesia pun masih memiliki peluang besar untuk menempatkan wakil di partai final, bahkan tidak menutup kemungkinan menghadirkan duel sesama pemain Merah Putih.
Editor : Agung Sedana