RADARSITUBONDO.ID - Suasana panas dipastikan membuat Barcelona saat menjamu Newcastle United pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan krusial ini digelar di Spotify Camp Nou, Kamis (19/3) dini hari pukul 00.45 WIB. Kedua tim datang dengan beban yang sama besar setelah pertemuan pertama berakhir tanpa pemenang.
Hasil imbang 1-1 pada leg pertama di St James' Park membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar. Dalam laga tersebut, Newcastle tampil lebih dominan dalam penguasaan permainan. Serangan demi serangan mereka mampu merepotkan lini belakang Barcelona, bahkan lebih agresif dalam menciptakan peluang.
Gol dari Harvey Barnes sempat membawa Newcastle di atas angin. Namun, Barcelona berhasil menghindari kekalahan berkat gol dramatis dari Lamine Yamal di penghujung laga. Gol tersebut menjadi penyelamat sekaligus menjaga asa Blaugrana tetap hidup.
Baca Juga: Sapi Limosin Rp16 Juta Dijagal Maling di Mangaran, Pemilik Syok: Tersisa Tulang dan Usus di Kandang
Secara statistik, Newcastle unggul jauh dalam jumlah tembakan. Mereka mencatatkan lebih banyak peluang dibandingkan Barcelona, menunjukkan efektivitas permainan menyerang yang menjadi kekuatan utama skuad racikan Eddie Howe tersebut.
Memasuki leg kedua, kondisi kedua tim tidak sepenuhnya ideal. Barcelona harus kehilangan sejumlah pemain penting akibat cedera, termasuk Alejandro Balde, Andreas Christensen, Jules Koundé, hingga Frenkie de Jong. Absennya nama-nama tersebut jelas mempengaruhi keseimbangan tim, terutama di sektor pertahanan dan lini tengah.
Di kubu Newcastle, situasi serupa juga terjadi. Mereka harus bermain tanpa beberapa pilar seperti Emil Krafth, Fabian Schär, Bruno Guimarães, dan Lewis Miley. Kendati demikian, kekuatan kolektif tim tetap menjadi modal penting bagi The Magpies.
Dengan agregat yang masih seimbang, laga ini diprediksi akan berlangsung terbuka. Barcelona tidak punya pilihan selain tampil menyerang di hadapan tembok pertahanannya sendiri. Namun, mereka juga harus ekstra waspada terhadap skema serangan balik cepat Newcastle yang terbukti efektif pada pertemuan sebelumnya.
Sorotan juga mengarah ke lini belakang Barcelona. Duet Gerard Martin dan Pau Cubarsí diperkirakan kembali menjadi Andalan di jantung pertahanan. Pada leg pertama, sektor ini sering menjadi titik lemah yang berhasil dieksploitasi Newcastle. Situasi tersebut berpotensi dimanfaatkan kembali oleh tim tamu untuk mencuri gol.
Di tengah tekanan besar, harapan Barcelona bertumpu pada sosok muda Lamine Yamal. Pemain berbakat ini tengah berada dalam momentum positif. Ia hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk menyamai rekor pencetak gol terbanyak di Liga Champions sebelum usia 19 tahun. Catatan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Yamal untuk kembali tampil menentukan.
Editor : Agung Sedana