Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

CAF Cabut Gelar Senegal, Maroko Resmi Juara AFCON 2025

Bayu Shaputra • Kamis, 19 Maret 2026 | 08:49 WIB

Timnas Senegal juarai Piala Africa 2025.
Timnas Senegal juarai Piala Africa 2025.

RADARSITUBONDO.ID - Keputusan mengejutkan datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang resmi mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 milik Senegal. Drama panjang final turnamen yang diselenggarakan tersebut berakhir dengan perubahan hasil, setelah Dewan Banding CAF menetapkan Senegal kalah melalui mekanisme forfeit.

Putusan itu diumumkan setelah proses banding yang disampaikan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) dikabulkan. Dalam pernyataan resminya, CAF menegaskan bahwa keputusan diambil berdasarkan regulasi yang berlaku dalam kompetisi.

Dewan Banding memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Regulasi Piala Afrika, Timnas Senegal dinyatakan kalah dalam laga final AFCON 2025, dengan hasil pertandingan dicatat 3-0 untuk kemenangan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF), demikian pernyataan CAF.

Dengan hasil tersebut, Maroko secara resmi dinobatkan sebagai juara AFCON 2025. Status itu didapat setelah aksi walk-off yang dilakukan Senegal dalam laga final dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap aturan pertandingan. CAF kemudian menetapkan kemenangan 3-0 bagi Maroko sesuai ketentuan forfeit.

Baca Juga: Sapi Limosin Rp16 Juta Dijagal Maling di Mangaran, Pemilik Syok: Tersisa Tulang dan Usus di Kandang

Keputusan ini sekaligus membatalkan hasil sebelumnya yang menyatakan Senegal sebagai juara usai menang tipis 1-0. Dalam pertandingan final yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, pada 18 Januari 2026, Senegal memastikan kemenangan lewat gol Pape Gueye di babak tambahan waktu.

Namun, kemenangan tersebut tidak bertahan lama setelah kontroversi besar muncul. CAF kemudian menerima banding dari pihak Maroko dan membatalkan keputusan awal Komite Disiplin.

“Banding yang dibuat oleh FRMF dinyatakan sah secara formal dan dikabulkan.Keputusan Komite Disiplin CAF dibatalkan,” lanjut pernyataan tersebut.

Dewan Banding CAF juga menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh tim Senegal selama pertandingan masuk dalam kategori pelanggaran serius. Hal itu Merujuk pada Pasal 82 dan 84 Regulasi Piala Afrika yang mengatur soal disiplin dan frekuensi pertandingan.

Baca Juga: 974 Guru PPPK Paruh Waktu di Situbondo Dapat THR Idul Fitri 2026, Nominalnya Rp100 Ribu hingga Rp800 Ribu

“Dewan Banding CAF menilai bahwa tindakan tim Senegal termasuk dalam lingkup Pasal 82 dan 84 Regulasi Piala Afrika.”

Kontroversi yang memicu keputusan ini bermula dari kejadian di menit-menit akhir pertandingan. Saat itu, Brahim Diaz dijatuhkan di dalam kotak penalti. Setelah melakukan peninjauan melalui VAR, wasit memutuskan memberikan penalti kepada Maroko.

Keputusan tersebut merupakan protes keras dari kubu Senegal. Ketegangan memuncak ketika pelatih Pape Thiaw tendon para pemainnya untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.

Aksi walk-off itulah yang kemudian menjadi titik krusial dalam penyelamatan ini. Dalam proses disipliner yang dirilis pada 29 Januari 2026, kedua tim sebenarnya sempat menerima sanksi akibat kejadian panas selama laga berlangsung.

Namun, langkah Senegal membiarkan pertandingan dinilai sebagai pelanggaran yang berdampak langsung pada hasil akhir.

Kini, polemik panjang yang membuat final AFCON 2025 resmi berakhir. Gelar juara yang sempat diraih Senegal akhirnya berpindah tangan ke Maroko, menutup salah satu final paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Afrika.

Editor : Agung Sedana
#CAF #Senegal #Maroko #AFCON 2025