Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

42 Mahasiswa STAI Nurul Huda Kapongan Diwisuda, Diharapkan Bisa Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Humaidi. • Selasa, 31 Oktober 2023 | 16:34 WIB
ABADIKAN MOMEN: Jajaran dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH) Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, berfoto bersama di hamaman kampus STAINH.
ABADIKAN MOMEN: Jajaran dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH) Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, berfoto bersama di hamaman kampus STAINH.

RadarSitubondo.id – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Huda (NH) di Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, menggelar upacara sarjana Strata Satu (S1), Senin (30/10).

Dalam momentum ini, sedikitnya 42 mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana. Mereka diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru di tengah-tengah masyarakat.

Ketua STAINH, Habib Muhammad Taufik M.Pd.i. menegaskan, acara wisuda tersebut sekaligus sebagai tasyakuran.

Selain itu juga untuk mengumpulkan banyak orang untuk mendoakan semua mahasiswa yang menyandang gelar sarjana agar menjadi orang yang bermanfaat.

“Acara ini adalah syukuran dan doa untuk keberhasilan para sarjana,” tutur Ketua STAINH, Habib Muhammad Taufiq M.Pd.i.

Kata dia, seorang sarjana tidak boleh hanya menunggu panggilan orang untuk mendaptakan pekerjaan. Mereka harus bergerak sendiri mencari tempat yang bisa mengaplikasikan keilmuan yang sudah didapatkan selama di bangku kuliah.

“Kalau perlu jangan mengikuti usaha yang sudah ada di masyarakat. Tapi harus mencari usaha baru, syukur-syukur usaha yang dirintis bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain,” imbuh Habib Muhammad.

Dia meyakini, semua mahasiswa yang sudah menyandang gelar sarjana tersebut memiliki bekal untuk terjun ke masyarakat.

Sebab sejak semester tiga, mereka sudah diikutkan Latihan Pengabdian Masyarakat (LPM) setelah itu Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Lapangan Kerja (PPL).

“Mahasiswa kami sudah ikut LPM, KKN, dan PPL. Yang jelas program itu bukan hanya menyiarkan agama, tetapi mahasiswa juga bisa membuat prodak  untuk pengembangan ekonomi. Semoga saja lulusan tahun ini bisa melanjutkan ilmu yang sudah dipelajari,” harap Habib Muhammad.

Pantauan koran ini, sebelum diwisuda, puluhan mahasiswa diarak dari dalam Pondok Pesantren (Ponpes) NH menuju tempat acara.

Sebelum diberangkatkan, Pengasuh Ponpes sekaligus ketua STAINH, Habib Muhammad Taufiq membacakan umul kitab terlebih dahulu.  Harapannya ilmu yang didapatkan mahasiswa barakah.

Sepanjang perjalanan menuju tempat acara, mereka diiringi Banser dan TNI Polri sambil dibacakan selawat hingga tiba ke tempat acara wisuda.

Di momen tersebut sejumlah wali dari wisudawan dan wisudawati nampak meneteskan air mata karena terharu melihat anaknya yang diwisuda. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #sarjana #STAINH #lapangan pekerjaan #mahasiswa #wisuda