Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring, Pembelajaran Tetap Tatap Muka

Bayu Shaputra • Kamis, 26 Maret 2026 | 11:06 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

RADARSITUBONDO.ID - Wacana penerapan sekolah berani untuk efisiensi energi pada April 2026 resmi dibatalkan pemerintah. Keputusan tersebut ditegaskan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, setelah melalui pembahasan lintas kementerian.

Pembatalan itu sekaligus memastikan bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan normal melalui tatap muka di sekolah. Pemerintah menilai skema pembelajaran langsung masih menjadi pilihan paling efektif untuk menjaga kualitas pendidikan siswa di seluruh Indonesia.

Dalam keterangannya, Pratikno menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kebijakan efisiensi energi justru berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran. Ia menekankan pentingnya menjaga ritme pendidikan agar tetap optimal dan tidak menimbulkan ketertinggalan belajar di kalangan siswa.

“Proses pembelajaran harus semakin optimal. Jangan sampai timbul learning loss,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/4).

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Era John Herdman Dimulai

Sebelumnya, pemerintah memang sempat mengkaji opsi pembelajaran hybrid sebagai solusi kompromi antara efisiensi energi dan keberlangsungan pendidikan. Skema ini menggabungkan metode luring dan dare dalam satu sistem pembelajaran. Namun, setelah melalui pertimbangan mendalam, opsi tersebut dinilai belum mendesak untuk diterapkan saat ini.

Pratikno mengakui bahwa diskusi mengenai pembelajaran campuran sempat berkembang dalam rapat koordinasi lintas kementerian. Meski demikian, fokus utama pemerintah tetap pada kualitas pendidikan jangka panjang yang dinilai lebih penting dibandingkan efisiensi jangka pendek.

“Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, jajak pendapat bahwa pembelajaran yang berani bagi siswa tidak menjadi suatu urgensi saat ini,” ucapnya.

Baca Juga: Bos OnlyFans Leonid Radvinsky Wafat karena Kanker, Ini Jejak Bisnisnya

Keputusan tersebut juga selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Pemerintah saat ini tengah mendorong berbagai program strategi, mulai dari revitalisasi sekolah hingga pengembangan model pendidikan baru seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda.

Menurut Pratikno, langkah-langkah tersebut memerlukan konsistensi dalam pelaksanaan pembelajaran secara langsung agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh peserta didik. Ia menegaskan bahwa percepatan peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh di berbagai lembaga pendidikan.

“Maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” tutupnya.

Editor : Agung Sedana
#pembelajaran tatap muka #sekolah daring April 2026 #Pratikno Menko PMK